Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Buriram United kembali menjadi sorotan utama pada perempat final AFC Champions League Elite (ACL Elite) 2025/2026 setelah menempati posisi juara Liga Thailand 2025-2026. Pertandingan melawan Shabab Al Ahli, wakil Uni Emirat Arab, berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium, Jeddah, pada Sabtu 18 April 2026. Kedua tim berjuang keras, namun pada akhirnya Shabab Al Ahli berhasil mengamankan kemenangan tipis 3-2, mengakhiri harapan Buriram United melaju ke semifinal.
Babak pertama dimulai dengan tekanan tinggi dari tim tamu. Pada menit ke-13, Peter Zulj mencetak gol bunuh diri yang memberi keunggulan 1-0 bagi Shabab Al Ahli. Gol tersebut menimbulkan kekecewaan bagi pendukung Buriram United, yang harus mengejar ketertinggalan sejak dini. Sandy Walsh, bek timnas Indonesia yang memperkuat Buriram United, masuk dari bangku cadangan pada pertengahan babak pertama, menggantikan Emmanuel Toku. Meskipun kehadirannya menambah kestabilan di lini belakang, tim masih kesulitan mengatasi serangan balik lawan.
- Menit 13: Gol bunuh diri Peter Zulj (Shabab Al Ahli 1-0 Buriram United)
- Menit 50: Saeid Ezatolahi (Shabab Al Ahli) memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
- Menit 62: Penalty Bissoli (Buriram United) menyamakan kedudukan 2-1.
- Menit 71: Peter Zulj (Shabab Al Ahli) menambah satu gol menjadi 2-2.
- Menit 76: Gol kemenangan Peter Zulj (Shabab Al Ahli) menjadikan skor akhir 3-2.
Babak kedua kembali menampilkan drama. Pada menit ke-50, Saeid Ezatolahi menanduk bola dari pojok dan mencetak gol ke gawang Buriram United, memperbesar jarak menjadi 2-0. Tekanan kembali menguat ketika Buriram United berhasil memanfaatkan tendangan penalti pada menit ke-62. Supachai Chaided melakukan sundulan yang mengenai tangan Ezatolahi di dalam kotak penalti, memberi kesempatan bagi Bissoli mengeksekusi penalti dengan tenang, mengembalikan skor menjadi 2-1.
Situasi kembali seimbang pada menit ke-69 ketika Sandy Walsh mendapat pelanggaran keras di daerah pertahanan. Wasit memberikan tendangan bebas kepada Buriram United, namun tidak menghasilkan gol. Hanya satu menit kemudian, Peter Zulj kembali menunjukkan kelasnya dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti, mengembalikan keunggulan Shabab Al Ahli menjadi 2-2. Kedua tim melanjutkan pertempuran hingga akhir waktu normal, dan skor tetap imbang.
Perpanjangan waktu menjadi arena penentu. Pada menit ke-76, Peter Zulj mencetak gol kemenangan ketiga setelah memanfaatkan ruang di daerah pertahanan Buriram United. Gol tersebut mengamankan kemenangan 3-2 bagi Shabab Al Ahli, sekaligus menutup peluang Buriram United melaju ke semifinal. Sandy Walsh menjadi pemain Indonesia pertama yang berhasil menembus delapan besar ACL Elite dua musim berturut-turut, meski harus berakhir di perempat final.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Buriram United. Meskipun memiliki skuad yang kuat dan baru saja meraih gelar domestik, tim harus meningkatkan konsistensi defensif, terutama dalam mengatasi situasi bola mati dan tekanan lawan. Pelatih asal Italia, Paulo Sousa, harus mengevaluasi taktiknya menjelang kompetisi regional selanjutnya.
Keberhasilan Shabab Al Ahli melaju ke final ACL Elite menambah reputasi klub asal Uni Emirat Arab dalam kompetisi Asia. Sementara itu, perwakilan Indonesia melalui Sandy Walsh tetap menjadi sorotan, menginspirasi generasi pemain muda tanah air untuk menembus panggung internasional.
Dengan hasil ini, Buriram United harus kembali fokus pada liga domestik dan persiapan kompetisi berikutnya, sambil terus mengasah talenta lokal serta pemain asing yang berkontribusi signifikan. Pengalaman di ajang bergengsi seperti ACL Elite diharapkan menjadi modal berharga untuk memperkuat posisi klub di kancah Asia.











