Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Sabtu sore yang basah dan berawan menjadi saksi pertarungan intrakonferensi MLS antara Toronto FC dan Austin FC yang berakhir imbang 3-3 di BMO Field. Pertandingan ini menambah catatan tak terkalahkan Toronto FC menjadi enam pertandingan beruntun sejak 8 Maret, sekaligus menampilkan momen-momen dramatis seperti aksi penyelamatan ganda penjaga gawang, keputusan VAR, dan gol pertama Kobe Franklin di MLS.
Sejak peluit pertama, Toronto FC menekan sejak menit dua, memaksa penjaga Austin, Brad Stuver, melakukan triple save dalam delapan detik untuk menepis tembakan Josh Sargent, Derrick Etienne Jr., dan Kobe Franklin. Sementara itu, kiper Toronto Luka Gavran menunjukkan ketangguhan dengan menepis tembakan Facundo Torres dan Myrto Uzuni pada babak pertama.
Pada menit kesembilan, defender Austin, Nicolás Dubersarsky, sempat menerima kartu merah langsung karena tantangan keras terhadap Raheem Edwards. Namun, setelah tinjauan VAR di stadion, wasit Drew Fischer menurunkan keputusan menjadi kartu kuning, memperpanjang laga menjadi semakin ketat.
Gol pembuka terjadi pada menit ke-29 ketika Jon Bell memanfaatkan lemparan jauh dan menegakkan bola di kotak penalti, memberi keunggulan 1-0 bagi Los Verdes menjelang jeda. Toronto FC merespons cepat setelah jeda; pada menit ke-36, Dániel Sallói memanfaatkan umpan silang defleksi dari José Cifuentes, menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini menjadi yang ketiga bagi Sallói sejak ia bergabung dengan klub pada Februari, menegaskan perannya sebagai penggerak serangan.
Menit ke-52 menyaksikan gol kedua Sallói, kali ini lewat tembakan kaki yang melesat ke pojok kanan atas gawang Stuver, mengantarkan Toronto FC unggul 2-1. Selang 15 menit kemudian, Richie Laryea menambah keunggulan dengan gol tunggal berdaya lewat kaki kiri yang kuat, menjadikan skor 3-1 pada menit ke-67. Laryea mencatat gol keduanya di musim 2026 dan menjadi pencetak gol ke-15 untuk klub asalnya.
Namun, serangan balik Austin tidak berhenti. Pada menit ke-78, Facundo Torres menembus pertahanan Toronto dan mencetak gol balasan, menyusutkan selisih menjadi 3-2. Empat menit kemudian, Christian Ramírez menambah satu poin lagi untuk Austin, memaksa kembali keunggulan 3-3.
Detik-detik terakhir pertandingan menjadi momen krusial bagi Toronto FC. Pada menit ke-88, Kobe Franklin, yang baru masuk sebagai pengganti Benjamín Kuscevic, menembus pertahanan Austin dan menembakkan bola tepat ke sudut gawang Stuver. Gol tersebut tidak hanya menjadi gol pertama dalam karier MLS-nya, tetapi juga mengamankan satu poin penting bagi tim tuan rumah.
Pelatih Toronto FC Robin Fraser melakukan dua perubahan susunan pemain dibandingkan laga sebelumnya melawan FC Cincinnati, dengan menurunkan Benjamin Kuscevic dan Matheus Pereira serta menambahkan Kobe Franklin dan Raheem Edwards. Keputusan taktik tersebut terbukti memberikan dampak, terutama dalam fase serangan cepat dan ketahanan pertahanan pada menit-menit akhir.
Statistik pertandingan mencatat bahwa Toronto FC mencatat total 12 tembakan, dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang, sementara Austin FC menghasilkan 10 tembakan dengan 5 tepat menguji kiper lawan. Luka Gavran dan Brad Stuver masing-masing mencatat penyelamatan krusial yang menjaga keseimbangan skor hingga peluit akhir.
Keberhasilan mempertahankan hasil imbang ini menempatkan Toronto FC pada posisi 3 kemenangan, 2 kekalahan, dan 3 hasil seri dengan total 12 poin, sedangkan Austin FC berada di urutan bawah klasemen Barat dengan 1 kemenangan, 3 kekalahan, dan 4 hasil seri serta 7 poin.
Setelah laga sengit ini, Toronto FC dijadwalkan kembali beraksi pada hari Rabu, 22 April, melawan Atlanta United di BMO Field. Pertandingan tersebut akan menjadi ujian lanjutan bagi tim Robin Fraser untuk memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka. Sementara itu, Austin FC akan berusaha bangkit menghadapi lawan berikutnya dalam rangkaian pertandingan MLS.











