OLAHRAGA

Cedera Somkiat Chantra Paksa Honda HRC Fokus pada Jonathan Rea di Assen: Data Penting untuk CBR1000RR‑R

×

Cedera Somkiat Chantra Paksa Honda HRC Fokus pada Jonathan Rea di Assen: Data Penting untuk CBR1000RR‑R

Share this article
Cedera Somkiat Chantra Paksa Honda HRC Fokus pada Jonathan Rea di Assen: Data Penting untuk CBR1000RR‑R
Cedera Somkiat Chantra Paksa Honda HRC Fokus pada Jonathan Rea di Assen: Data Penting untuk CBR1000RR‑R

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 April 2026 | Putaran ketiga WorldSBK 2026 di Sirkuit TT Assen, Belanda, menyuguhkan drama bagi tim Honda HRC. Pembalap asal Thailand, Somkiat Chantra, harus menepi setelah mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) yang mengakibatkan memar pada punggung bawah, memar otot paha, serta hematoma. Cedera tersebut membuatnya dinyatakan tidak fit untuk melanjutkan akhir pekan balap, memaksa tim mengandalkan satu-satunya pembalap Honda yang berada di lintasan, Jonathan Rea.

Chantra, yang sebelumnya pernah mengalami kecelakaan di Sepang pada Januari dan harus absen dari pembukaan musim di Phillip Island, kembali terjatuh saat keluar dari Turn 6 pada Sabtu pagi. Kendaraan dan pembalap terperangkap di lintasan, memaksa red flag dan evakuasi medis. Setelah pemeriksaan di pusat medis sirkuit, dokter mengonfirmasi adanya kontusi pada punggung bawah, kontusi otot paha, dan hematoma. Karena kondisi tersebut, ia tidak hanya kehilangan kesempatan berpartisipasi di Superpole dan Race 1, tetapi juga harus melewatkan sesi warm‑up pada hari Minggu.

Sementara itu, Jonathan Rea mengambil peran krusial sebagai pembalap penguji. Ia menjadi satu‑satunya wakil Honda HRC pada hari Minggu, menyelesaikan dua balapan: Superpole Race (Sprint) dan Race 2. Pada Superpole Race, Rea memulai dari posisi ke‑18, lalu berhasil menaikkan diri menjadi ke‑17 dan menutup sprint 10‑lap tanpa insiden signifikan meski cuaca beralih menjadi campuran. Pada Race 2, dengan kondisi lintasan kering namun cukup dingin, ia berhasil bersaing di grup tengah, mencatat waktu konsisten di kisaran 1 menit 34 detik. Meskipun kecepatan menurun pada lap‑lap akhir, Rea berhasil menuntaskan balapan di posisi ke‑19.

Rea mengaku merasakan motor Honda CBR1000RR‑R cukup cepat, namun tetap frustrasi dengan hasil kualifikasi yang menempatkannya di posisi ke‑18, terpaut 1,712 detik dari pemimpin Ducati, Nicolo Bulega. “Di Superpole, saya mencatat 33,8 detik yang terasa cepat, tetapi melihat posisi saya membuat saya frustrasi,” ungkap Rea setelah balapan. Ia menambahkan bahwa start pada Race 1 kurang ideal, sehingga harus berjuang menahan posisi di tengah grup sambil menunggu hujan turun, yang menambah tantangan.

Tim Honda HRC menilai akhir pekan Assen sebagai fase penting dalam proses adaptasi motor dan pengumpulan data teknis. Data yang dikumpulkan Rea, baik dari set‑up suspensi, karakteristik grip, hingga respons mesin pada suhu rendah, diharapkan menjadi dasar pengembangan selanjutnya. Kombinasi data ini, bersama dengan harapan comeback Chantra di lintasan Hungaria, menjadi harapan tim untuk memperbaiki performa dan naik klasemen pabrikan, yang saat ini berada di posisi terendah setelah hanya mengumpulkan 11 poin dari enam balapan pertama.

Selain Chantra dan Rea, tim Honda HRC juga harus mengatasi absennya rekan setim Jake Dixon, yang masih dalam proses pemulihan dari patah pergelangan tangan kiri setelah kecelakaan di Phillip Island. Pengganti sementara Dixon, yakni test rider Jonathan Rea, telah menambah beban kerja bagi tim dalam mengelola satu‑motor Honda yang masih dalam tahap pengembangan.

Ke depan, Honda HRC berencana meninjau kembali data Assen, melakukan penyesuaian pada CBR1000RR‑R, dan mempersiapkan strategi untuk seri selanjutnya di Hungaria. Jika Chantra dapat kembali fit, ia diharapkan menjadi tambahan penting dalam mengumpulkan data dan memberikan umpan balik lapangan yang lebih beragam.

Kesimpulannya, meskipun Assen memberikan hasil balapan yang kurang memuaskan bagi Honda, proses pengumpulan data yang intensif dan pengalaman Rea sebagai pembalap penguji menjadi aset berharga. Dengan pemulihan Chantra yang dijadwalkan pada putaran berikutnya, tim berharap dapat meningkatkan performa motor dan bersaing lebih ketat di klasemen pabrikan pada sisa musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *