OLAHRAGA

Biang Kerok Kekalahan PSM Terungkap: Ahmad Amiruddin Bongkar Kondisi Dusan yang Mengguncang Tim

×

Biang Kerok Kekalahan PSM Terungkap: Ahmad Amiruddin Bongkar Kondisi Dusan yang Mengguncang Tim

Share this article
Biang Kerok Kekalahan PSM Terungkap: Ahmad Amiruddin Bongkar Kondisi Dusan yang Mengguncang Tim
Biang Kerok Kekalahan PSM Terungkap: Ahmad Amiruddin Bongkar Kondisi Dusan yang Mengguncang Tim

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | Jakarta, 24 April 2026 – Setelah menyaksikan PSM Makassar menumpas Persik Kediri dengan skor 3-1 pada laga pekan ke-31 Liga 1, pelatih Ahmad Amiruddin membuka tabir penyebab kekalahan timnya pada pertemuan sebelumnya melawan Persik. Ia menegaskan bahwa ada “biang kerok PSM” yang menjadi faktor utama, sekaligus menguraikan kondisi Dusan yang menimbulkan keraguan pada lini tengah.

Menurut Amiruddin, kekalahan 0-2 yang menimpa PSM di babak pertama pertandingan melawan Persik tidak sekadar akibat taktik lawan atau kurangnya kebugaran pemain. “Kami menyadari ada masalah internal yang belum terpecahkan, terutama pada posisi gelandang. Kondisi Dusan belum optimal, dan itu menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh Persik,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Dusan, gelandang tengah berusia 28 tahun yang baru kembali dari cedera otot hamstring, ternyata masih mengalami keterbatasan mobilitas. Amiruddin menambahkan, meskipun Dusan telah menjalani rehabilitasi intensif, ia belum kembali ke tingkat performa puncak. “Saya mengamati bahwa Dusan masih mengalami penurunan kecepatan dan kurangnya kestabilan dalam mengontrol bola. Ini membuat kami rentan pada serangan cepat lawan,” kata pelatih tersebut.

Selain masalah pada Dusan, Amiruddin mengidentifikasi beberapa faktor lain yang berkontribusi pada hasil negatif tersebut. Pertama, kurangnya konsistensi dalam transisi pertahanan-ke-serangan membuat PSM sering terjebak dalam posisi defensif yang berbahaya. Kedua, keputusan taktik yang mengandalkan tekanan tinggi di area lawan tidak berjalan optimal karena lini tengah tidak mampu menahan tekanan balik.

Untuk mengatasi “biang kerok PSM”, Amiruddin menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil tim. Ia menegaskan bahwa pelatihan intensif pada lini tengah menjadi prioritas utama. “Kami menambah sesi latihan taktik khusus, termasuk simulasi situasi permainan yang menuntut peran Dusan lebih aktif dalam mengatur tempo. Selain itu, kami memperkuat komunikasi antar lini untuk mengurangi celah pertahanan,” jelasnya.

Selanjutnya, Amiruddin menyoroti pentingnya mental pemain dalam menghadapi ancaman degradasi. Meskipun kemenangan 3-1 melawan Persik memberikan titik terang, ia mengingatkan bahwa PSM belum dapat bernafas lega. “Kami masih berada di zona merah klasemen, dan setiap poin sangat berarti. Fokus kami tetap pada perbaikan performa dan menghindari kesalahan fatal,” tegas pelatih.

Penggemar PSM pun menanggapi pernyataan Amiruddin dengan campuran harapan dan keprihatinan. Sebagian mengapresiasi kejujuran sang pelatih dalam mengungkapkan masalah internal, sementara yang lain menuntut aksi cepat agar tim kembali stabil. Di media sosial, tagar #BiangKerokPSM menjadi trending pada sore itu.

Manajemen klub juga memberikan dukungan penuh kepada Amiruddin. Direktur Olahraga PSM, Rudi Hartono, menyatakan bahwa klub akan memperkuat unit medis dan kebugaran untuk memastikan pemain seperti Dusan dapat pulih sepenuhnya. “Kami tidak ingin pemain kembali cedera atau bermain dengan kondisi kurang optimal. Investasi pada fasilitas kesehatan menjadi prioritas,” ujar Rudi.

Melihat ke depan, Amiruddin menargetkan perbaikan dalam lima laga berikutnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan kerjasama tim. “Jika kami dapat memperbaiki lini tengah dan menjaga kestabilan pertahanan, peluang kami untuk keluar dari zona degradasi akan semakin besar,” tuturnya.

Secara keseluruhan, pengakuan Ahmad Amiruddin tentang adanya “biang kerok PSM” dan kondisi Dusan memberikan gambaran jelas mengenai tantangan yang dihadapi tim. Dengan langkah perbaikan yang sudah direncanakan, harapan bagi PSM Makassar untuk tetap bertahan di Liga 1 tampak lebih realistis. Namun, pekerjaan masih panjang dan setiap laga akan menjadi ujian bagi strategi baru yang diusung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *