Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Pada pertandingan pekan ke-25 La Liga yang berlangsung pada 25 April 2026, Deportivo Alavés berhasil membalikkan keadaan melawan tim asuh Martín Demichelis, Mallorca, dengan skor akhir 2-1. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin berharga, tetapi juga mengangkat Alavés keluar dari zona degradasi, sementara tekanan semakin menumpuk pada Mallorca yang kini berada di ambang zona turun.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Mallorca menguasai penguasaan bola pada babak pertama dan membuka keunggulan lewat gol cantik Jan Virgili pada menit ke-23. Gol tersebut datang setelah serangan terorganisir, di mana Virgili memanfaatkan umpan silang tepat di dalam kotak penalti dan menaklukkan kiper Alavés, Leo Román, dengan tembakan yang tak dapat dihalau.
Setelah gol pembuka, Alavés mencoba mengatur ritme permainan dengan menekan di lini tengah. Namun, pertahanan Mallorca tetap kokoh, dan kesempatan terbaik Alavés di babak pertama datang melalui tendangan overhead Nahuel Tenaglia pada menit ke-38. Leo Román melakukan penyelamatan krusial, menjaga kedudukan tim tuan rumah tetap 1-0.
Masuk ke babak kedua, Alavés menunjukkan perubahan taktik yang signifikan. Pelatih Javi Calleja menurunkan Toni Martínez, yang segera memberikan dampak. Pada menit ke-57, Martínez menyamakan kedudukan dengan sundulan tajam setelah servis silang dari Ángel Pérez. Gol tersebut memicu sorakan ribuan pendukung Alavés di Stadion Mendizorrotza.
Setelah menyamakan kedudukan, Alavés tidak berhenti. Pada menit ke-71, Martínez kembali menjadi penentu. Ia menerima umpan pendek di dalam kotak penalti, mengelak satu bek, dan menempatkan bola ke sudut kanan gawang, menambah keunggulan 2-1. Gol kedua Martínez menegaskan tekad tim untuk tidak hanya mengamankan poin, tetapi juga melawan arus degradasi.
Walaupun berada di belakang, Mallorca terus menekan. Jan Virgili berulang kali mencoba mengembalikan keunggulan timnya, namun serangan-serangan tersebut terhalang oleh pertahanan Alavés yang lebih disiplin di paruh kedua. Leo Román kembali tampil heroik dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk satu refleks pada menit ke-84 yang berhasil menggagalkan peluang tunggal Virgili.
Akhir pertandingan ditutup dengan intensitas tinggi, namun Alavés berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit akhir. Hasil ini membawa Alavés melesat ke posisi 17, keluar dari zona 18-20 yang menjadi zona degradasi. Sebaliknya, Mallorca tetap berada di zona 15-17, namun masih harus menunggu hasil pertandingan lain untuk memastikan nasib mereka di akhir musim.
Secara statistik, Alavés mencatat 12 tembakan, dengan 5 di antaranya tepat mengarah ke gawang, sementara Mallorca mencatat 14 tembakan dengan 6 tepat mengarah. Penguasaan bola hampir seimbang, dengan Alavés menguasai 49% dan Mallorca 51%.
Pelatih Alavés, Javi Calleja, menyampaikan apresiasi kepada pemainnya setelah pertandingan. Ia menekankan pentingnya mentalitas juara dan kemampuan tim untuk bangkit dari ketertinggalan. Di sisi lain, Martín Demichelis mengakui kekurangan timnya dan menegaskan perlunya perbaikan dalam fase akhir pertandingan jika Mallorca ingin menghindari relegasi.
Kemenangan ini juga berdampak pada klasemen secara keseluruhan. Sevilla, yang sebelumnya berada di zona aman, kini terdorong kembali ke zona degradasi setelah kegagalan mereka mengumpulkan poin pada pekan yang sama. Sementara itu, Valencia, yang berada di tengah klasemen, tetap berada di zona aman meski belum mencetak kemenangan signifikan.
Para pendukung Alavés, yang dikenal dengan julukan “Bermellones”, merayakan kemenangan ini dengan sorakan lantang dan nyanyian tradisional klub. Mereka menganggap kemenangan ini sebagai titik balik penting dalam perjuangan musim ini, mengingat Alavés sempat berada di peringkat 20 pada pertengahan musim.
Dengan hasil ini, Alavés menatap pertandingan selanjutnya dengan keyakinan lebih besar, sementara Mallorca harus segera bangkit untuk menghindari nasib buruk di akhir kompetisi. Pertandingan Alavés vs Mallorca menjadi contoh nyata bagaimana determinasi dan perubahan taktik di babak kedua dapat mengubah nasib sebuah tim dalam kompetisi ketat La Liga.











