Otomotif

Mobil Listrik di Indonesia: Tren Positif dan Keuntungan Mengemudi

×

Mobil Listrik di Indonesia: Tren Positif dan Keuntungan Mengemudi

Share this article
Mobil Listrik di Indonesia: Tren Positif dan Keuntungan Mengemudi
Mobil Listrik di Indonesia: Tren Positif dan Keuntungan Mengemudi

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Juli 2026 | Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang Juni 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, distribusi mobil listrik secara wholesales mencapai 12.653 unit, meningkat signifikan dibandingkan Mei yang tercatat 9.290 unit. Secara kumulatif, sepanjang semester pertama 2026, distribusi mobil listrik telah mencapai 69.739 unit dengan pangsa pasar sekitar 16 persen dari total penjualan kendaraan nasional.

Merek BYD masih menjadi kontributor terbesar. Pada Juni saja, BYD mendistribusikan 3.439 unit melalui berbagai model seperti Seal, Atto 3, Dolphin, M6, Sealion 7, E6, dan Atto 1. Kontributor utama BYD datang dari model BYD Atto 1 yang mencatatkan distribusi 2.249 unit, terutama setelah hadir dalam versi terbaru.

Di posisi kedua, Jaecoo mencatatkan performa kuat melalui model Jaecoo J5 dengan distribusi 3.041 unit, menjadikannya model terlaris bulan ini. Sementara itu, Geely berada di posisi ketiga dengan total distribusi 1.966 unit dari dua model, yakni Geely EX5 dan Geely EX2.

Salah satu keuntungan utama menggunakan mobil listrik di DKI Jakarta adalah insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 0 persen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan pengenaan PKB untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebesar 0 persen dari dasar pengenaan PKB. Artinya, kendaraan listrik tidak dikenakan PKB sebagaimana kendaraan konvensional berbahan bakar bensin atau solar.

Leapmotor, merek asal China, berharap ada perluasan stimulus pembelian untuk segmen new energy vehicle atau NEV. Selain BEV atau mobil listrik murni, kelompok NEV meliputi hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extender electric vehicle (REEV).

Motor listrik Geely EX2 berwarna pink mendadak menjadi sorotan di media sosial. Bukan karena spesifikasi atau harganya, melainkan sebuah video yang memperlihatkan mobil tersebut tetap melaju di jalurnya saat iring-iringan kendaraan dengan pengawalan melintas di jalan tol.

Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menilai secara ilmiah dan struktural, motor listrik murni buatan Indonesia belum realistis untuk diwujudkan dalam jangka pendek. Tantangan terbesar bukan pada pembuatan rangka atau perakitan kendaraan, melainkan pada industri komponen inti motor listrik yang hingga kini belum dimiliki Indonesia secara lengkap.

Kesimpulan, penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren positif dan keuntungan mengemudi, namun motor listrik murni buatan Indonesia masih belum realistis untuk diwujudkan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, perluasan insentif untuk kendaraan elektrifikasi dan pengembangan industri komponen inti motor listrik menjadi penting untuk meningkatkan penjualan dan produksi mobil listrik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *