Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Indomobil Group resmi mengumumkan rencana memasukkan Leapmotor C10, SUV listrik berkapasitas tinggi dengan setir kanan, ke pasar Indonesia melalui skema CKD (Completely Knocked Down). Pengumuman ini menandai langkah strategis perusahaan otomotif lokal dalam mempercepat transisi kendaraan listrik (EV) di tanah air, menjelang peluncuran massal pada pertengahan tahun 2026.
Acara perkenalan dilakukan di Hangzhou, China, dimana delegasi Indonesia yang dipimpin oleh eksekutif senior Indomobil diajak menguji langsung Leapmotor C10 beserta model lain dalam rangkaian test drive. Para peserta merasakan akselerasi instan, handling yang stabil, serta kenyamanan interior berstandar premium. Keunikan setir kanan menjadi sorotan, mengingat regulasi Indonesia yang mengharuskan kendaraan ber‑setir kiri, namun Indomobil menyiapkan versi setir kanan khusus untuk kebutuhan pasar regional yang masih mengadopsi standar tersebut.
Melalui skema CKD, komponen utama Leapmotor C10 akan diproduksi di pabrik utama di Hangzhou, kemudian dikirim ke fasilitas perakitan Indomobil di Indonesia untuk dirakit akhir. Model ini dijadwalkan siap dipasarkan pada kuartal kedua 2026, bertepatan dengan percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya listrik di seluruh wilayah nusantara. Rencana tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai 20 persen penetrasi kendaraan listrik pada akhir dekade ini.
Berikut beberapa spesifikasi teknis utama Leapmotor C10 yang diharapkan menjadi nilai jual utama:
- Baterai lithium‑ion berkapasitas 75 kWh, mendukung jarak tempuh hingga 500 km (siklus WLTP).
- Motor listrik dual‑motor dengan total output 300 hp dan torsi 600 Nm.
- Pengisian cepat 0‑80% dalam 35 menit menggunakan jaringan charger 150 kW.
- Fitur keselamatan meliputi 6 airbag, sistem pengereman otomatis (AEB), dan kontrol stabilitas elektronik (ESC).
- Interior dilengkapi layar infotainment 12,3 inci, sistem navigasi AI, serta konektivitas 5G.
Pasar otomotif Indonesia menunjukkan minat yang meningkat terhadap kendaraan listrik, terutama di segmen SUV yang populer di kalangan konsumen keluarga dan profesional muda. Leapmotor C10 menargetkan segmen menengah‑atas dengan harga kompetitif, diperkirakan berada di kisaran Rp 800‑900 juta setelah subsidi pemerintah dan insentif pajak. Harga tersebut berada di antara pesaing lokal seperti Wuling Air EV dan model impor seperti Tesla Model Y, memberikan konsumen pilihan yang lebih beragam.
Namun, tantangan tetap ada. Ketersediaan jaringan pengisian daya cepat masih terbatas di luar kota‑kota besar, sehingga Indomobil berkomitmen bekerja sama dengan BUMN dan swasta untuk memperluas jaringan charger publik. Selain itu, persepsi konsumen tentang keandalan baterai dalam kondisi iklim tropis dan potensi kenaikan harga energi listrik menjadi faktor yang harus diatasi melalui edukasi dan jaminan purna jual yang kuat.
CEO Indomobil, Rudi Hartono, menyatakan, “Leapmotor C10 adalah jawaban kami terhadap kebutuhan mobilitas berkelanjutan di Indonesia. Dengan teknologi baterai mutakhir dan jaringan CKD, kami dapat menurunkan biaya produksi sekaligus memastikan kualitas yang setara dengan standar internasional. Kami yakin konsumen akan menyambut baik SUV listrik yang ramah lingkungan ini, terutama dengan dukungan kebijakan pemerintah yang pro‑EV.”
Secara keseluruhan, masuknya Leapmotor C10 ke Indonesia menandai babak baru dalam ekosistem otomotif nasional. Kombinasi antara inovasi teknologi, skema produksi CKD, dan dukungan kebijakan diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik, mengurangi emisi karbon, serta membuka lapangan kerja baru dalam rantai pasok lokal. Jika rencana produksi dan distribusi berjalan lancar, Indonesia dapat menjadi salah satu pasar terbesar untuk SUV listrik di kawasan Asia Tenggara pada pertengahan 2026.











