Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 April 2026 | Polisi Nasional menggelar operasi penggerebekan besar-besaran di wilayah Jakarta Utara (Jakut) yang berujung pada pembongkaran jaringan ilegal yang menyelundupkan dan mendistribusikan vape berisi etomidate. Operasi yang berlangsung selama tiga hari itu melibatkan satuan khusus Narkotika, Satuan Reskrim, dan Tim Intelijen Kriminal, serta didukung oleh aparat imigrasi dalam menahan satu warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi otak utama jaringan tersebut.
Insiden awal bermula ketika tim intelijen menerima laporan tentang adanya dugaan penyekapan anak di kawasan Ancol, sebuah daerah populer bagi wisatawan keluarga. Laporan tersebut mengarah pada sebuah rumah sewaan yang diduga menjadi markas sementara bagi kelompok kriminal yang memanfaatkan anak-anak sebagai kurir dalam distribusi vape etomidate. Penyidikan intensif selama seminggu mengungkapkan bahwa jaringan ini tidak hanya beroperasi di Ancol, melainkan memiliki jaringan distribusi yang meluas ke beberapa kecamatan di Jakarta Utara, termasuk Kelapa Gading, Penjaringan, dan Pulogadung.
Menurut keterangan resmi kepolisian, etomidate merupakan zat anestesi yang biasanya digunakan dalam prosedur medis, namun kini diselewengkan menjadi bahan adiktif dalam produk vape. Penggunaan zat ini dalam vape meningkatkan risiko kecanduan dan efek samping berbahaya, termasuk gangguan pernapasan dan kerusakan otak pada pengguna muda. Karena sifatnya yang terlarang, pemerintah melarang peredaran etomidate kecuali untuk keperluan medis yang terkontrol.
Selama penggerebekan, petugas menemukan lebih dari 500 buah vape cartridge yang terisi etomidate, serta sejumlah bahan kimia pendukung produksi. Selain itu, ditemukan pula dokumen-dokumen keuangan yang menunjukkan aliran dana mencapai ratusan juta rupiah, menandakan jaringan ini memiliki sumber daya finansial yang kuat. Beberapa saksi korban, termasuk dua anak remaja berusia 13 dan 15 tahun, memberikan kesaksian bahwa mereka dipaksa mengantarkan barang ke sekolah-sekolah dan tempat nongkrong remaja.
WNA yang ditangkap merupakan seorang pria berusia 34 tahun asal negara Timur Tengah. Ia diduga menjadi koordinator logistik, mengatur jalur pengiriman vape etomidate dari luar negeri ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok. Penangkapan WNA ini menjadi titik balik dalam penyelidikan, karena dokumen paspor dan catatan perjalanan mengungkapkan pola pergerakan yang melibatkan beberapa negara Asia Tenggara.
Polisi juga menahan tiga orang tersangka lain, termasuk dua warga Indonesia yang berperan sebagai distributor lokal dan satu lagi sebagai penanggung jawab penyimpanan barang di gudang tersembunyi. Semua tersangka kini berada dalam tahanan sementara dan akan menjalani proses hukum sesuai Undang-Undang Narkotika serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
Komisi Pemberantasan Narkotika (KPN) menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, terutama orang tua, mengenai bahaya vape yang mengandung zat berbahaya seperti etomidate. KPN mengimbau warga untuk melaporkan aktivitas mencurigakan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap produk vape yang tidak memiliki izin resmi.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mengumumkan rencana pengetatan regulasi produksi dan peredaran vape di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah berencana memperketat persyaratan label, sertifikasi, serta menambah pengawasan di titik-titik penjualan vape, terutama yang berpotensi dijual kepada remaja.
Kasus ini juga memicu reaksi keras dari organisasi perlindungan anak, yang menuntut hukuman tegas bagi para pelaku penyekapan dan distribusi narkotika berbasis vape. Mereka menyoroti pentingnya edukasi publik tentang bahaya zat anestesi yang disalahgunakan, serta perlunya koordinasi lintas lembaga untuk mengatasi jaringan kriminal yang semakin canggih.
Dengan terbongkarnya jaringan vape etomidate di Jakarta Utara, aparat kepolisian berharap dapat memutus rantai pasokan narkotika sintetis yang semakin mengancam generasi muda. Pengungkapan ini diharapkan menjadi contoh bagi kota lain dalam upaya memberantas peredaran narkotika berbasis vaping yang tersembunyi di balik tren modern.











