Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | Jumat, 17 April 2026, sekitar pukul 08.50 WITA, trotoar di Jalan Raya Darmasaba, Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, mengalami ledakan hebat yang mengakibatkan retakan sepanjang lebih dari 25 meter serta munculnya semburan api dari saluran gorong‑gorong di depan SPBU Darmasaba. Insiden ini langsung menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang, pengendara, dan penghuni sekitar, serta memicu respons cepat aparat kepolisian setempat.
Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra, memimpin tim olah tempat kejadian (TKP) yang terdiri dari Satreskrim, unit identifikasi Polres Badung, serta personel Polsek Abiansemal. Tim segera melakukan evakuasi warga, menutup akses jalan, dan menutup operasional SPBU untuk mencegah potensi bahaya lebih lanjut. Pada tahap awal penyelidikan, petugas menemukan bau bensin yang menyengat serta jejak minyak pada sampel air yang diambil dari ventilasi gorong‑gorong yang terletak tepat di bawah trotoar.
Saksi mata mengaku mendengar dentuman keras diikuti asap tebal dan bau gas yang menyengat. Seorang pegawai SPBU melaporkan bahwa ia mendengar ledakan dari dalam kantor sebelum melihat asap keluar dari lubang got di depan pompa. Pedagang di warung sekitar, termasuk salon Kaeva Beauty dan barber shop, menyatakan bahwa trotoar tiba‑tiba retak dan mengeluarkan percikan api, membuat mereka panik dan berusaha menjauh secepatnya.
Hasil sementara analisis di lapangan menunjukkan adanya rembesan bahan bakar minyak (BBM) yang mengalir ke dalam sistem got tertutup. Tim identifikasi mencatat bahwa terdapat septic tank di bawah trotoar, tepat di depan salon yang mengalami kerusakan paling parah. Kombinasi kebocoran BBM dan akumulasi gas di dalam saluran got diduga menjadi faktor pemicu utama ledakan.
Polisi Badung telah memasang garis polisi di sekitar area TKP dan menutup sementara SPBU Darmasaba. Sampel air dan tanah yang diambil dari gorong‑gorong sedang dikirim ke laboratorium forensik untuk pengujian kandungan hidrokarbon. Hasil laboratorium diharapkan dapat memperkuat bukti keberadaan BBM di lokasi serta membantu menentukan titik bocor secara akurat.
Sejauh ini, tidak ada laporan korban luka serius. Namun, beberapa warga mengalami trauma ringan akibat ledakan dan asap beracun. Petugas pemadam kebakaran menggunakan alat pemadam api ringan untuk memadamkan sisa api yang muncul dari got, sementara tim medis setempat menyiapkan fasilitas pertolongan pertama bagi warga yang membutuhkan.
Investigasi lanjutan akan melibatkan teknisi internal SPBU untuk memeriksa instalasi tangki penyimpanan, pipa distribusi, serta sistem ventilasi. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan PLN dan dinas terkait guna memastikan tidak ada kabel listrik atau infrastruktur lain yang berpotensi menambah risiko kebakaran.
Berikut rangkaian kronologis singkat peristiwa:
- 08.45 WITA – Warga melaporkan bau bensin kuat di sekitar SPBU.
- 08.50 WITA – Dentuman keras terdengar; trotoar retak dan api menyembur dari got.
- 08.55 WITA – Tim polisi tiba di lokasi, melakukan evakuasi, dan menutup jalan.
- 09.10 WITA – Tim identifikasi mengumpulkan sampel air dan tanah.
- 09.30 WITA – SPBU ditutup, garis polisi dipasang.
- Setelah itu – Pengujian laboratorium dan pemeriksaan teknis SPBU berlangsung.
Pengawasan lingkungan dan keselamatan publik menjadi sorotan utama pasca‑insiden ini. Pemerintah Kabupaten Badung dijadwalkan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan pengelola SPBU untuk meninjau prosedur pencegahan kebocoran BBM serta memperkuat sistem monitoring di area industri dan komersial.
Warga sekitar menuntut penjelasan transparan serta tindakan cepat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Sementara itu, pihak kepolisian berjanji akan mengungkap seluruh fakta, termasuk apakah ada kelalaian prosedural atau sabotase yang berkontribusi pada ledakan.
Dengan investigasi yang masih berjalan, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi aparat. Penutupan sementara SPBU dan perbaikan trotoar diperkirakan memakan waktu beberapa minggu, tergantung pada hasil analisis laboratorium dan perbaikan infrastruktur yang diperlukan.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap instalasi bahan bakar serta perlunya sistem pencegahan kebocoran yang memadai, khususnya di area padat penduduk seperti Darmasaba.









