Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Jakarta, 28 April 2026 – Sebuah kejadian menggemparkan terjadi pagi ini ketika tim penyelamat menemukan seorang bayi berusia kurang dari tiga bulan terdampar di dalam sebuah saluran air di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Bayi tersebut berhasil diangkat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, kepolisian setempat telah membuka penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik kejadian tragis ini.
Menurut keterangan saksi mata, pada pukul 05.30 WIB, warga sekitar mendengar suara gemericik air yang tidak biasa. Ketika mendekat, mereka melihat sebuah benda kecil berwarna putih mengapung di dalam aliran air. Segera setelah itu, seorang petugas kebersihan lingkungan melaporkan temuan tersebut ke kantor polisi setempat. Tim SAR dan petugas medis pun dikerahkan ke lokasi dalam waktu singkat.
Setibanya di lokasi, tim medis menemukan bayi yang tampak lemah namun masih bernapas. Bayi tersebut segera diberikan pertolongan pertama, termasuk pemanasan tubuh dan pemberian cairan intravena. Setelah stabil, bayi dibawa ke RSUD terdekat dengan ambulans yang dilengkapi peralatan neonatal. Dokter anak di RSUD menyatakan bahwa kondisi bayi masih dalam pengawasan ketat, namun tidak ada tanda-tanda trauma fisik yang signifikan.
Polisi yang memimpin penyelidikan, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa tim forensik telah melakukan pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian, termasuk rekaman CCTV sekitar area saluran air, sampel air, serta jejak kaki yang mungkin tertinggal. “Kami sedang menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana, termasuk penculikan atau penyerahan anak secara ilegal. Fokus utama kami adalah menemukan siapa yang menempatkan bayi tersebut di dalam saluran air dan memastikan keselamatan serta identitas bayi,” ujar Budi Hermanto dalam konferensi pers singkat.
Sejumlah saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan. Di antara mereka, seorang pedagang sayur yang melintas di dekat saluran air pada dini hari melaporkan melihat seorang pria bertubuh tinggi mengenakan jaket hitam berjalan terburu‑buru menuju saluran tersebut. Selain itu, petugas keamanan lingkungan juga mencatat adanya kendaraan tak berplat nomor yang berhenti beberapa menit sebelum bayi ditemukan.
Dalam upaya mengidentifikasi bayi, pihak RSUD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk melakukan tes DNA. Hasil sementara menunjukkan bahwa bayi tersebut tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan penduduk sekitar yang telah diidentifikasi sebagai calon orang tua. Pemerintah daerah juga membuka layanan pengaduan anonim bagi masyarakat yang memiliki informasi mengenai kasus ini.
Kasus ini menambah daftar insiden kriminal yang sedang ditangani kepolisian Metro Jaya. Baru-baru ini, pihak berwajib juga menyelidiki kasus dua pekerja rumah tangga yang melompat dari lantai empat di kawasan yang sama, dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi anak. Pengalaman penyelidikan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penangkapan pelaku dalam kasus bayi ini.
Selama proses penyelidikan, RSUD terus memantau kondisi kesehatan bayi. Tim neonatologi melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk skrining pendengaran, pemeriksaan mata, dan evaluasi pertumbuhan. Selama tiga hari pertama perawatan, bayi menunjukkan tanda‑tanda peningkatan berat badan dan respons yang baik terhadap rangsangan visual serta suara.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara luas, mengingat sensitivitas kasus ini. “Kami menghimbau agar semua pihak menunggu hasil resmi dari penyelidikan. Informasi yang belum jelas dapat menimbulkan kepanikan dan menambah beban pada keluarga bayi,” tegas Kombes Pol. Budi Hermanto.
Jika Anda memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan, silakan menghubungi nomor hotline kepolisian Metro Jaya di 110 atau melalui layanan pesan singkat yang telah disediakan oleh kantor polisi setempat.
Kasus bayi ditemukan di saluran air ini kini menjadi sorotan publik, menuntut aksi cepat dan terkoordinasi antara layanan kesehatan, kepolisian, dan lembaga sosial. Semua pihak berkomitmen untuk mengungkap kebenaran dan memberikan perlindungan terbaik bagi bayi yang kini berada dalam perawatan intensif di RSUD.











