Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Jakarta, VIVA – Arya Khan, suami penyanyi Pinkan Mambo, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan langkah drastis demi mengatasi masalah kesehatan anak mereka. Dalam sebuah video yang diunggah ke platform media sosial pada Senin, 20 April 2026, Arya menyatakan bahwa ia terpaksa menjual dua mobil pribadi untuk menutupi biaya pengobatan anak mereka yang sedang dirawat intensif di rumah sakit. “Yang penting anak sembuh, kami rela mengorbankan apa saja,” ujar Arya dengan nada penuh keprihatinan.
Pengungkapan ini muncul bersamaan dengan konflik rumah tangga yang melibatkan pembangunan sebuah rumah di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pinkan Mambo menuduh suaminya membangun properti tersebut secara diam‑diam tanpa melibatkan istri dalam proses pengambilan keputusan. Video‑video yang beredar memperlihatkan Pinkan meluapkan kekecewaan, menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan sepihak yang melukai rasa hormat dalam perkawinan.
Menurut Arya, dana yang digunakan untuk membangun rumah itu berasal dari pendapatan endorse dan usaha donat yang sempat viral beberapa bulan lalu. Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah dimaksudkan untuk kepentingan bersama sebagai tempat tinggal keluarga, bukan sekadar properti pribadi. “Saya membangun ini bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk Pinkan dan anak kami,” kata Arya dalam klarifikasi yang disampaikan lewat akun TikTok resmi miliknya.
Sementara itu, Pinkan tetap menolak penjelasan tersebut. Ia menilai bahwa keputusan besar seperti pembangunan rumah harus melalui musyawarah bersama, apalagi bila melibatkan dana bersama yang berasal dari kerja keras berdua. “Tidak ada suami yang boleh membangun rumah tanpa izin istri selama berbulan‑bulan. Saya merasa dibohongi,” ungkapnya dengan nada tegas.
Di tengah perselisihan ini, masalah kesehatan anak mereka menjadi prioritas utama. Anak pasangan tersebut didiagnosis mengalami komplikasi pernapasan yang memerlukan perawatan intensif dan pengobatan yang tidak murah. Arya mengaku bahwa tabungan keluarga tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya, sehingga ia memutuskan menjual dua mobil sedan mewah yang selama ini menjadi aset keluarga. “Mobil‑mobil itu kami jual secara cepat, karena tidak ada waktu untuk menunggu proses penjualan yang lama,” jelasnya.
Penjualan mobil tersebut ternyata menimbulkan reaksi beragam di kalangan netizen. Sebagian mengapresiasi keputusan Arya sebagai bentuk tanggung jawab orang tua, sementara yang lain menilai tindakan itu sebagai konsekuensi dari pola pengelolaan keuangan yang kurang transparan dalam rumah tangga selebriti. Beberapa komentar menyoroti pentingnya komunikasi terbuka antara pasangan dalam mengelola keuangan, terutama ketika menghadapi situasi krisis kesehatan.
Pengamat hubungan keluarga menilai bahwa konflik antara Arya dan Pinkan mencerminkan dinamika umum di kalangan pasangan selebriti yang harus menyeimbangkan antara karier, keuangan, dan tanggung jawab keluarga. “Ketika salah satu pihak membuat keputusan besar tanpa melibatkan pasangannya, rasa tidak dihargai akan muncul, terutama jika keputusan itu berhubungan dengan aset bersama,” kata Dr. Siti Nurhaliza, pakar psikologi keluarga, dalam sebuah wawancara singkat.
Sementara itu, proses penjualan mobil selesai dalam dua hari, menghasilkan total sekitar Rp 1,2 miliar yang langsung disalurkan ke rumah sakit. Arya menegaskan bahwa seluruh dana tersebut akan dipakai untuk biaya rawat inap, obat-obatan, serta prosedur medis lanjutan yang diperlukan anaknya. “Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, dan kami mohon doanya agar anak kami cepat pulih,” tutupnya.
Pinkan, meski masih mengungkapkan kekecewaannya, menyatakan niat untuk tetap bersama Arya demi anak. Ia menambahkan, “Jika rumah ini sudah selesai, kami bisa tinggal di sana, atau pindah ke BSD, yang penting anak kami sehat dan keluarga tetap utuh.” Konflik ini tampaknya belum menemukan titik resolusi, namun fokus utama pasangan ini kini beralih pada kesembuhan sang anak.
Kasus ini menegaskan betapa kompleksnya kehidupan pribadi selebriti yang berada di bawah sorotan publik. Keputusan finansial besar, seperti penjualan mobil, serta konflik internal, seperti pembangunan rumah tanpa sepengetahuan istri, menjadi bahan perbincangan luas. Namun, di balik semua itu, komitmen kedua orang tua untuk mengutamakan kesehatan anak tetap menjadi inti cerita yang menarik perhatian publik.











