Musik

Anyma Bikin Geger di Coachella 2026: Set Melewati Batas Waktu, Goldenvoice Denda $44 Ribu

×

Anyma Bikin Geger di Coachella 2026: Set Melewati Batas Waktu, Goldenvoice Denda $44 Ribu

Share this article
Anyma Bikin Geger di Coachella 2026: Set Melewati Batas Waktu, Goldenvoice Denda $44 Ribu
Anyma Bikin Geger di Coachella 2026: Set Melewati Batas Waktu, Goldenvoice Denda $44 Ribu

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Coachella Valley Music and Arts Festival kembali menjadi sorotan utama pada akhir pekan kedua tahun 2026 setelah dua penampilan menembus batas curfew yang ditetapkan kota Indio. Pada Jumat, 17 April, DJ elektronik Anyma menyelesaikan setnya pada pukul 01:09 dini hari, melampaui batas satu jam yang diperbolehkan selama sembilan menit. Keterlambatan tersebut mengakibatkan denda sebesar US$24.000 bagi penyelenggara festival, Goldenvoice.

Tak lama kemudian, pada Sabtu, 18 April, penyanyi pop-rap internasional Justin Bieber menutup malam dengan penampilan yang berlangsung dua menit lebih lama dari jadwal. Denda tambahan sebesar US$20.000 dikenakan, sehingga total pungutan kepada Goldenvoice mencapai lebih dari US$44.000 untuk kedua hari tersebut.

Menurut perjanjian resmi antara Goldenvoice dan otoritas kota Indio, festival harus menghentikan semua pertunjukan pada pukul 01:00 pada hari Jumat dan Sabtu, serta pukul 00:00 pada hari Minggu. Ketentuan tersebut mencakup denda US$20.000 untuk lima menit pertama pelanggaran, dan tarif tambahan untuk setiap menit berikutnya. Kebijakan ini telah diberlakukan sejak festival pertama kali digelar pada tahun 1999.

Curfew bukanlah hal baru bagi Coachella. Pada 2009, penampilan Paul McCartney melampaui batas waktu selama 54 menit, memicu denda US$54.000. Tahun lalu, Travis Scott dikenai US$20.000 setelah melanggar batas tiga menit pada akhir pekan pertama. Pada 2024, Lana Del Rey menambah catatan denda sebesar US$17.000. Bahkan pada 2023, enam artis—Bad Bunny, Frank Ocean, The Weeknd, Skrillex, Fred Again, dan Four Tet—bersama-sama menimbulkan denda total lebih dari US$168.000 karena pelanggaran serupa.

Berikut rangkuman denda curfew Coachella dalam beberapa tahun terakhir:

  • 2009: Paul McCartney – US$54.000
  • 2022: Travis Scott – US$20.000
  • 2023: Bad Bunny, Frank Ocean, The Weeknd, Skrillex, Fred Again, Four Tet – total > US$168.000
  • 2024: Lana Del Rey – US$17.000
  • 2025: Tidak ada laporan denda signifikan
  • 2026: Anyma – US$24.000, Justin Bieber – US$20.000 (total > US$44.000)

Penampilan Anyma pada Coachella 2026 menjadi sorotan khusus karena ia merupakan salah satu DJ yang relatif baru muncul di panggung utama festival tersebut. Set elektronik yang dipadukan dengan visual futuristik menarik perhatian ribuan penonton, namun durasi yang melampaui curfew menimbulkan pertanyaan mengenai koordinasi teknis dan manajemen waktu antara artis dan penyelenggara.

Goldenvoice menyatakan bahwa mereka akan meninjau kembali prosedur penjadwalan untuk menghindari pelanggaran serupa di masa depan. “Kami menghargai kreativitas dan energi yang dibawa oleh artis seperti Anyma dan Justin Bieber, namun kami juga harus mematuhi regulasi kota Indio demi keamanan dan kenyamanan semua pihak,” ujar juru bicara Goldenvoice dalam sebuah konferensi pers singkat.

Selain denda, festival ini juga menghadapi kritik dari sebagian komunitas lokal yang menilai bahwa Coachella terlalu mengganggu ketenangan malam warga Indio. Meskipun demikian, festival tetap menjadi sumber pendapatan penting bagi kota, dengan estimasi kontribusi ekonomi tahunan mencapai ratusan juta dolar.

Setelah dua akhir pekan penuh aksi, Coachella menutup edisinya dengan penampilan kepala panggung oleh Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G. Selanjutnya, panggung Coachella akan bertransformasi menjadi festival musik country Stagecoach yang dijadwalkan berlangsung dari 24 hingga 26 April, menampilkan artis seperti Cody Johnson, Lainey Wilson, dan Post Malone.

Kasus denda curfew ini menegaskan kembali pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lokal dalam penyelenggaraan acara berskala besar. Sementara artis seperti Anyma terus mengukir nama di kancah internasional, penyelenggara festival diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebebasan artistik dan tanggung jawab hukum demi kelangsungan acara yang aman dan sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *