Hiburan

Misteri Songko Menghantui Desa Kaki Gunung Lokon: Film Horor Baru yang Bikin Merinding

×

Misteri Songko Menghantui Desa Kaki Gunung Lokon: Film Horor Baru yang Bikin Merinding

Share this article
Misteri Songko Menghantui Desa Kaki Gunung Lokon: Film Horor Baru yang Bikin Merinding
Misteri Songko Menghantui Desa Kaki Gunung Lokon: Film Horor Baru yang Bikin Merinding

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Film horor Indonesia “Songko” kembali menghidupkan kembali kisah mistik yang selama ini menghantui masyarakat Minahasa. Disutradarai oleh Gerald Mamahit, yang sebelumnya sukses dengan skenario “KKN di Desa Penari”, film ini menampilkan suasana mencekam di sebuah desa terpencil di kaki Gunung Lokon pada era 1980-an. Dengan latar waktu yang kental akan nuansa retro, “Songko” mengajak penonton menelusuri jejak legenda penghisap darah yang berbalut jubah hitam.

Alur cerita berpusat pada serangkaian kematian misterius yang menimpa gadis remaja desa. Satu per satu, korban ditemukan dalam keadaan kehabisan darah, menimbulkan kepanikan massal. Warga desa, yang sebelumnya hidup damai, kini terjerumus dalam ketakutan yang tak teredam. Mereka meyakini bahwa entitas gaib bernama Songko adalah dalang di balik tragedi tersebut, sebuah makhluk nokturnal yang menuntut korban darah manusia.

Di tengah kepanikan, sosok Helsye (diperankan oleh Imelda Therinne) menjadi sasaran utama kecurigaan. Helsye, ibu tiri Mikha (Annette Edoarda), dituduh sebagai perantara yang memanggil Songko untuk melakukan aksi kejam. Tekanan sosial memaksa Mikha bersama keluarganya mengungsi dari desa, namun kepergian mereka justru tidak menghentikan teror. Kejadian-kejadian mengerikan terus berlanjut, menegaskan bahwa keberadaan Songko tidak dapat dijelaskan semata oleh kesalahan manusia.

Untuk menambah kedalaman narasi, film ini menampilkan daftar pemeran utama dalam format daftar berikut:

  • Imelda Therinne sebagai Helsye, sosok misterius yang dipuja sekaligus dibenci.
  • Annette Edoarda sebagai Mikha, korban pengusiran yang berusaha mengungkap kebenaran.
  • Rizky Dwi sebagai Pak Kepala Desa, figur otoritas yang terjebak dalam dilema moral.
  • Ario Dwi sebagai Penjaga Hutan, saksi bisu keberadaan makhluk Songko.

Penggunaan daftar ini membantu pembaca memahami peran kunci dalam cerita.

Secara produksi, “Songko” merupakan kolaborasi antara studio Dunia Mencekam dan rumah produksi Santara. Film ini mengusung konsep hyperlocal storytelling, menekankan pada keotentikan budaya Minahasa, bahasa lokal, serta lanskap alam yang dramatis. Pengambilan gambar di wilayah sekitar Gunung Lokon memberikan nuansa otentik, sementara desain kostum dan makhluk Songko dirancang oleh tim efek visual terkemuka untuk menciptakan tampilan yang menakutkan namun tetap menghormati tradisi setempat.

Penayangan perdana dijadwalkan pada 23 April 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Antisipasi tinggi mengiringi rilis ini, mengingat popularitas legenda Songko yang sudah lama menjadi bagian dari folklore Minahasa. Kritikus film menilai bahwa selain mengusung unsur horor, film ini berhasil memperkenalkan kembali warisan budaya daerah kepada penonton modern, sekaligus membuka diskusi tentang bagaimana mitos lokal dapat diadaptasi ke dalam format sinematik.

Kesimpulannya, “Songko” tidak sekadar menambahkan judul baru dalam daftar film horor Indonesia, melainkan menjadi jembatan antara cerita rakyat dan industri perfilman. Dengan narasi yang menegangkan, visual yang memukau, serta kedalaman budaya yang kuat, film ini layak menjadi pilihan utama bagi penikmat genre horor yang mencari pengalaman menegangkan sekaligus edukatif. Penonton diimbau untuk menyaksikan film ini di bioskop terdekat, mengingat intensitas atmosfer yang sulit direproduksi dalam tayangan daring.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *