Hiburan

Jaafar Jackson Memukau Penonton: Menghidupkan Kembali Michael Jackson dalam Biopik yang Kontroversial

×

Jaafar Jackson Memukau Penonton: Menghidupkan Kembali Michael Jackson dalam Biopik yang Kontroversial

Share this article
Jaafar Jackson Memukau Penonton: Menghidupkan Kembali Michael Jackson dalam Biopik yang Kontroversial
Jaafar Jackson Memukau Penonton: Menghidupkan Kembali Michael Jackson dalam Biopik yang Kontroversial

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | Jakarta – Pada malam premier film “Michael”, penonton disuguhkan sosok yang hampir tak dapat dibedakan dari sang legenda pop, Michael Jackson. Aktor berusia 29 tahun itu adalah Jaafar Jackson, keponakan langsung sang “King of Pop” yang berhasil menyalurkan energi panggung dan gerakan tari ikonik sang pamannya. Penampilannya tidak hanya memukau kritikus internasional, tetapi juga menimbulkan perdebatan sengit mengenai pendekatan produksi biopik yang menyoroti sisi glamor dan kontroversi sang artis.

Jaafar Jackson lahir pada Juli 1996 di Los Angeles, putra Jermaine Jackson, saudara kandung Michael. Sejak kecil ia dibesarkan dalam lingkungan musik, belajar menari, menyanyi, serta berlatih instrumen bersama keluarga Jackson. Meskipun namanya selalu berada di bayang‑bayang kerabat, Jaafar menegaskan bahwa bakatnya dibangun lewat kerja keras, bukan sekadar warisan nama. Ia pernah tampil bersama grup musik keluarga dan merilis beberapa single solo sebelum mendapatkan kesempatan utama dalam dunia film.

Proses audisi untuk peran Michael Jackson dilaporkan sangat ketat, melibatkan ratusan kandidat dari seluruh dunia. Jaafar berhasil menembus seleksi berkat kemiripan fisik, kemampuan meniru gerakan ikonik seperti moonwalk, serta kemampuan vokal yang menyerupai suara lembut sang legenda. Persetujuan penting datang dari Katherine Jackson, ibu Michael, yang memberi restu resmi setelah melihat dedikasi dan keseriusan Jaafar dalam mempelajari setiap detail penampilan sang pamannya.

Kritikus film dari Amerika Serikat memberikan pujian tinggi. Melissa Ruggieri dari USA Today menulis, “Jaafar tak hanya mewarisi senyum menawan, tubuh lincah, dan bulu mata lentik, tetapi juga gerakan tari yang luwes, meniru video ‘Beat It’ dengan presisi tinggi. Ini bukan soal nepotisme, melainkan bakat alami yang dipoles dengan latihan intensif.” Pete Hammond dari Deadline menambahkan, “Penampilannya membawa kembali Michael dengan cara yang luar biasa, menampilkan performance dengan semua gerakan tari yang tepat dan bakat dramatis yang tajam, membuat penonton percaya Michael kembali bersama kita.”

  • Kontroversi pertama muncul dari keluarga dan penggemar yang menilai biopik terlalu menyensor sisi gelap kehidupan Michael, termasuk tuduhan pelecehan dan masalah hukum.
  • Kedua, produksi film mengalami pergantian sutradara dan penulis skenario yang menyebabkan penundaan rilis serta perbedaan visi artistik.
  • Ketiga, beberapa pihak mengkritik pemilihan Jaafar sebagai pemeran utama, menuding adanya konflik kepentingan dan memanfaatkan nama keluarga untuk menarik penonton.

Di samping sorotan film, dunia kolektor memorabilia Michael Jackson kembali bergemuruh. Pada pekan lalu, sarung tangan bersejarah yang dipakai Michael saat memperkenalkan moonwalk pada tahun 1983 dilelang di sebuah rumah lelang ternama. Meskipun harga akhir belum diungkapkan secara resmi, perkiraan para ahli menilai nilai lelang mencapai jutaan dolar, mencerminkan daya tarik abadi sang artis dan nilai historis barang tersebut.

Film “Michael” menjadi titik temu antara nostalgia, penghargaan seni, dan tantangan etika dalam menggambarkan sosok ikonik. Penampilan Jaafar Jackson menjadi sorotan utama, menegaskan bahwa generasi baru dapat meneruskan warisan musikal sekaligus menantang standar produksi biopik. Bagi penikmat musik dan sinema, film ini menawarkan pengalaman visual yang memukau, sekaligus mengundang refleksi kritis tentang bagaimana sejarah selebriti diolah untuk layar lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *