Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 April 2026 | Nama Jaafar Jackson kembali menjadi sorotan publik setelah penayangan film biopik Michael pada 24 April 2026. Nephew sang “King of Pop” ini tidak hanya menarik perhatian lewat aktingnya, tetapi juga terlibat dalam kontroversi foto palsu yang menyebutkan dirinya berfoto bersama kera peliharaan Michael, Bubbles. Foto yang beredar di media sosial terbukti palsu, namun menambah kegaduhan seputar sosok Jaafar.
Jaafar, kelahiran 25 Juli 1996 di Los Angeles, adalah anak Jermaine Jackson dan Alejandra Genevieve Oaziaza. Meski tumbuh dalam keluarga musik legendaris, kariernya lebih dulu menapaki dunia musik daripada akting. Pada usia 12 tahun ia mulai belajar piano dan menulis lagu, terinspirasi oleh Marvin Gaye, Sam Cooke, dan Stevie Wonder. Pada 2019 ia merilis single debut berjudul “Got Me Singing” serta tampil dalam video musik pamannya, Tito Jackson, berjudul “Love One Another” pada 2021.
Karier akting Jaafar baru menapaki puncak ketika produser Graham King menghubunginya pada tahun 2020 untuk peran Michael Jackson dalam film Michael. Alih-alih mengikuti audisi konvensional, Jaafar mengirimkan voice note yang menirukan suara dan gaya bicara sang paman. Setelah proses casting yang melibatkan hampir 200 kandidat dari seluruh dunia, tim produksi memutuskan bahwa Jaafar adalah satu-satunya yang mampu menangkap esensi sang legenda.
Pengerjaan peran ini menuntut persiapan intensif. Jaafar menghabiskan berjam‑jam setiap hari untuk mempelajari gerakan tari ikonik, teknik vokal, serta kebiasaan pribadi Michael. Saat merekam lagu‑lagu dalam film, ia menyanyikan secara langsung di atas trek vokal asli Michael, menciptakan perpaduan antara suara sendiri dan rekaman paman nya. Pada beberapa momen, Jaafar bahkan menampilkan a cappella, menegaskan kemampuan vokalnya.
Film Michael dirilis secara global dan mencatatkan rekor box‑office pada pekan pertama, dengan pendapatan $217 juta (sekitar £160,64 juta). Keberhasilan ini tidak lepas dari pujian kritikus yang menyoroti akurasi penampilan Jaafar, meskipun ada suara‑suara yang mengkritik pendekatan sutradara Leaving Neverland, yang menyatakan bahwa Jaafar belum sepenuhnya menjiwai kedalaman emosional sang bintang. Meski begitu, dukungan dari keluarga inti Michael, termasuk sang ibu Katherine Jackson, tetap kuat. Katherine menyatakan bahwa Jaafar “memperlihatkan jiwa paman saya” dan melanjutkan warisan keluarga Jackson.
Sebagai tambahan, Jaafar tetap aktif di media sosial, berbagi momen di balik layar, serta mengungkap kenangan masa kecil bersama Michael. Ia mengingat sesi bermain di Neverland, hari‑hari penuh permen dan permainan petak umpet, yang memperkuat ikatan pribadi mereka.
Kontroversi foto dengan Bubbles muncul ketika sebuah gambar viral menunjukkan Jaafar berpelukan dengan kera yang konon milik Michael. Investigasi digital mengungkap manipulasi gambar, namun penyebarannya menciptakan diskusi tentang etika media dan dampak hoaks pada figur publik.
Secara keseluruhan, perjalanan Jaafar Jackson dari musisi muda menjadi aktor utama dalam sebuah biopik berprofil tinggi menggambarkan dinamika keluarga legendaris yang terus beradaptasi dengan industri hiburan modern. Keberhasilannya di layar lebar membuka peluang baru, sekaligus menantang dirinya untuk terus mengasah kemampuan seni dalam berbagai bidang.











