Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juli 2026 | Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan di media sosial Threads viral dan memicu perdebatan mengenai etika penumpang di dalam pesawat. Sosok yang dikenal luas berkat konten gaya hidup mewah dan aktivitas berbagi rezeki itu kini menjadi perbincangan usai seorang penumpang mengaku merasa tidak nyaman selama berada dalam penerbangan yang sama.
Menurut pengakuannya, Aisar Khaled mengaku sedang mengalami burnout atau kelelahan fisik dan mental sehingga langsung tertidur sesaat setelah pesawat lepas landas. Ia meminta maaf atas tindakan tidak etis yang dilakukannya dalam penerbangan menuju Malaysia dan berjanji tidak akan mengulangi perilaku seperti itu lagi.
Aisar Khaled merupakan putra dari Khaled Kamel dan Roslina Abdul Rashid, lahir pada 6 Agustus 2000. Ia menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di kawasan Sentul, Kuala Lumpur, dengan mengambil program Diploma Pengurusan Pemasaran. Karier Aisar Khaled bermula sebagai kreator konten digital dan dikenal melalui berbagai video yang menampilkan gaya hidup, aktivitas sosial, tantangan, hingga aksi berbagi kepada masyarakat.
Popularitas di media sosial kemudian membuka jalan bagi Aisar untuk merambah dunia hiburan. Ia diketahui pernah membintangi sejumlah film dan serial televisi di Malaysia. Selain itu, ia juga aktif mengembangkan berbagai lini bisnis, mulai dari usaha kuliner hingga produk parfum yang menjadi salah satu sumber pendapatannya.
Nama Aisar Khaled juga sempat menjadi pembicaraan publik Indonesia karena kedekatannya dengan selebgram Fuji. Interaksi keduanya beberapa waktu lalu sempat memunculkan spekulasi mengenai hubungan spesial, meski tidak pernah ada konfirmasi resmi terkait status kedekatan mereka.
Dalam pernyataannya, Aisar Khaled mengaku bahwa ia tidak menyadari telah melakukan sesuatu yang membuat penumpang pesawat lain tidak nyaman hingga akhirnya membuat utas di media sosial. Ia berharap permintaan maafnya dapat diterima oleh publik dan berjanji untuk menjadi lebih bijak dalam berperilaku di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi Aisar Khaled dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga etika dan kesadaran akan tindakan yang dilakukan, terutama dalam ruang publik seperti pesawat. Dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf, Aisar Khaled menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab atas tindakannya.











