Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juni 2026 | Telkomsel, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, baru saja mengumumkan jajaran pimpinan barunya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Telkomsel memutuskan untuk mempertahankan formasi pemimpinnya. Keputusan ini diambil untuk menjaga tata kelola perusahaan serta kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan industri digital yang bergerak cepat.
Posisi puncak dewan pengawas masih dipercayakan kepada Diaz F.M. Hendropriyono sebagai Komisaris Utama, didampingi tujuh komisaris lainnya yang memiliki latar belakang kuat di bidangnya masing-masing. Sementara di jajaran eksekutif, Nugroho kembali menakhodai perusahaan sebagai Direktur Utama, mengawal ketat target ekspansi digital perusahaan didukung oleh tujuh direktur lintas fungsi.
Telkomsel berkomitmen memacu pertumbuhan dan memperkokoh dominasi pasar melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur jaringan terdepan. Fokus utama Telkomsel ke depan mencakup tiga pilar strategis, yaitu penguatan konektivitas inti, investasi jaringan 5G, layanan digital konvergensi, dan pemanfaatan AI untuk pengalaman pelanggan yang lebih personal.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Telkomsel menegaskan keputusan ini menjadi fondasi kuat untuk menjaga tata kelola perusahaan serta kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan industri digital yang bergerak cepat. Dengan kepastian nakhoda yang tidak berubah, Telkomsel langsung tancap gas menetapkan arah kompas bisnisnya.
Di luar Telkomsel, Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea, menekankan pentingnya transparansi dan integrasi data keimigrasian. Hal ini guna mendukung pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di Indonesia. Menurut Marinus, Imigrasi berperan sebagai penjaga gerbang keluar masuk orang asing sekaligus bertanggung jawab mengawasi aktivitas WNA di Indonesia guna menjaga kedaulatan negara.
Komisi XIII DPR RI juga menilai bahwa posisi strategis Sumatera Utara sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat memerlukan langkah pengawasan yang semakin kuat. Upaya pencegahan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pembentukan satuan tugas pengawasan orang asing di kawasan industri dinilai penting untuk meminimalisasi penyalahgunaan izin tinggal, pekerja migran Indonesia nonprosedural, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan pelanggaran keimigrasian lainnya.
Dalam kesimpulan, Telkomsel siap menghadapi tantangan industri digital dengan jajaran pimpinan baru. Dengan fokus pada penguatan konektivitas inti, investasi jaringan 5G, layanan digital konvergensi, dan pemanfaatan AI, Telkomsel berkomitmen memacu pertumbuhan dan memperkokoh dominasi pasar. Sementara itu, integrasi data keimigrasian dan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di Indonesia tetap menjadi prioritas untuk menjaga kedaulatan negara.











