Bisnis

Penemuan Strategis: Cadangan Emas Kolokoa di Gorontalo Siap Dorong Produksi Tambang Pani

×

Penemuan Strategis: Cadangan Emas Kolokoa di Gorontalo Siap Dorong Produksi Tambang Pani

Share this article
Penemuan Strategis: Cadangan Emas Kolokoa di Gorontalo Siap Dorong Produksi Tambang Pani
Penemuan Strategis: Cadangan Emas Kolokoa di Gorontalo Siap Dorong Produksi Tambang Pani

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan temuan cadangan emas baru di wilayah Kolokoa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Penemuan ini berada dalam jarak sekitar 500 meter dari konsesi Tambang Emas Pani, menjadikannya potensi satelit yang dapat memperkuat produksi tambang utama.

Dalam empat bulan pertama program pengeboran, perusahaan berhasil menelusuri 30 lubang bor dari total rencana 82 lubang. Hasil awal mengkonfirmasi zona mineralisasi yang luas dengan kadar emas hingga 1,57 gram per ton (g/t) pada kedalaman dekat permukaan. Berdasarkan data tersebut, target eksplorasi Kolokoa diproyeksikan mencapai 20‑40 juta ton batuan dengan kadar antara 0,3‑0,5 g/t. Jika dikonversi secara indikatif, kisaran ini setara dengan potensi 200 ribu hingga 600 ribu ons emas.

Boyke Poerbaya Abidin, Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources, menegaskan bahwa penemuan ini merupakan langkah strategis yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. “Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis pada 18 April 2026.

Berikut ringkasan data utama penemuan:

  • Lokasi: Kolokoa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
  • Jarak ke Tambang Pani: ~500 meter
  • Jumlah lubang bor selesai: 30 (dari rencana 82)
  • Kadar emas terukur: hingga 1,57 g/t pada permukaan
  • Target eksplorasi: 20‑40 juta ton dengan 0,3‑0,5 g/t
  • Potensi emas indikatif: 200‑600 ribu ons

Uji metalurgi awal menggunakan metode bottle‑roll menunjukkan tingkat perolehan yang tinggi, yakni 87‑94 % untuk material oksida dan 81‑92 % untuk material transisi. Hasil ini menandakan bahwa material dari Kolokoa dapat diproses secara efisien bersama operasi Pani yang sudah berjalan, mengurangi kebutuhan investasi infrastruktur baru.

Tambang Emas Pani sendiri baru memulai produksi pada Februari 2026 dengan target output 100.000‑115.000 ons emas untuk tahun berjalan. Pani diproyeksikan mencapai produksi puncak lebih dari 500.000 ons per tahun setelah penyelesaian fasilitas heap leach dan Carbon‑in‑Leach. Dengan adanya cadangan satelit di Kolokoa, perusahaan berharap dapat menambah cadangan bijih yang saat ini tercatat sebesar 5,2 juta ons, melengkapi total sumber daya mineral sebesar 7,0 juta ons emas.

Meski angka potensi emas masih bersifat konseptual dan belum dapat dikategorikan sebagai sumber daya mineral resmi, perusahaan berkomitmen melanjutkan program eksplorasi yang disiplin. Langkah selanjutnya mencakup penyelesaian pengeboran yang direncanakan, pengujian lanjutan untuk menilai kinerja proses pengolahan, serta evaluasi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Pani secara keseluruhan.

Dengan lahan konsesi seluas 14.670 hektare, PT Merdeka Gold Resources menargetkan Kolokoa sebagai salah satu prospek prioritas tinggi. Kedekatan geografis dan sinergi operasional diharapkan dapat mempercepat realisasi produksi tambahan, memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam industri pertambangan emas Indonesia.

Keberhasilan eksplorasi ini juga memberikan sinyal positif bagi sektor pertambangan nasional, mengingat Indonesia terus berupaya meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineralnya. Jika potensi indikatif terbukti dalam tahap selanjutnya, Kolokoa dapat menjadi kontributor signifikan dalam menambah cadangan emas domestik serta mendukung agenda ekspor mineral negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *