Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia terus mengalami pelemahan pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, dengan penurunan 0,98 persen ke level 6.116. Pelemahan ini terjadi akibat sikap investor yang menantikan pengumuman klasifikasi pasar modal global MSCI pada 24 Juni 2026.
Selain faktor MSCI, sentimen negatif muncul dari ketidakpastian implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan di Indonesia. Dalam periode ini, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp1,24 triliun.
Menurut analis, DSSA juga menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai net foreign sell mencapai Rp838,6 miliar pada periode 15-19 Juni 2026. Sementara itu, IHSG berpeluang menguat menjelang akhir pekan ini, dengan level support 6.130-6.080 dan level resistance 6.200-6.230.
Rekomendasi saham untuk hari ini mencakup BUMI, DSSA, ANTM, MBMA, CUAN, dan BULL. Dalam keseluruhan perdagangan, nilai transaksi saham mencapai Rp13,42 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 20,70 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,69 juta kali.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor masih aktif melakukan transaksi meskipun pasar berada dalam tekanan. Secara makro, aksi keluar modal internasional memang tengah melanda pasar modal dalam negeri, dengan total net sell senilai Rp904 miliar di seluruh papan perdagangan BEI selama sepekan terakhir.
Dalam situasi ini, peralihan investasi ke saham-saham yang mencatatkan struktur pendapatan dalam mata uang dolar AS, khususnya pada industri pertambangan logam dan batu bara, merupakan langkah taktis yang menjanjikan. Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli saham BUMI dengan target harga Rp300 karena dukungan fundamental pendapatan dalam mata uang dolar AS.
Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa IHSG masih mengalami tekanan, namun dengan rekomendasi saham yang tepat dan strategi investasi yang bijak, investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan portofolio mereka. Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi harus didasarkan pada analisis yang cermat dan pemahaman yang baik tentang kondisi pasar saat ini.











