Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai sebesar USD 200 juta untuk tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Mei 2026. Total nilai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham telah ditetapkan sebesar USD 200 juta.
Rencana pembagian dividen ini menjadi bagian dari kebijakan perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, seiring kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun buku 2025. Data keuangan yang menjadi dasar pembagian dividen menunjukkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai USD 760,17 juta.
Sementara itu, beberapa perusahaan lain seperti PT GoTo Gojek Tokopedia, PT Trimegah Bangun Persada, dan PT Adaro Andalan Indonesia juga telah mempersiapkan diri untuk melakukan buyback saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah kondisi pasar saham yang tidak stabil. Langkah ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperbaiki tekanan pada saham-saham Indonesia.
PT Trimegah Bangun Persada telah mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp 1 triliun dalam jangka waktu 12 bulan, sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia berencana melakukan buyback saham senilai Rp 3,5 triliun dalam jangka waktu yang sama. PT Adaro Andalan Indonesia sendiri telah mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp 5 triliun dalam jangka waktu satu tahun.
Pasar saham Indonesia sendiri telah mengalami tekanan akhir-akhir ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah. Namun, analis teknikal masih melihat peluang rebound terbatas pada IHSG, terutama jika perusahaan-perusahaan dapat mempertahankan kinerja keuangan yang baik dan melakukan strategi untuk meningkatkan nilai saham mereka.
Dalam beberapa hari terakhir, saham-saham beberapa perusahaan seperti PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk telah mengalami penguatan, sementara saham PT Merdeka Copper Gold Tbk dan PT Samator Indo Gas Tbk telah mengalami tekanan. Pergerakan saham ini menunjukkan bahwa investor masih mencari peluang untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik dan prospek yang cerah.
Kesimpulan, rencana pembagian dividen oleh PT Adaro Andalan Indonesia dan strategi buyback saham oleh beberapa perusahaan lain menunjukkan upaya perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan nilai saham dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Sementara itu, pergerakan saham di pasar saham Indonesia masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kinerja keuangan perusahaan dan kondisi ekonomi global.











