BERITA

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Berperan Aktif dalam Masyarakat

×

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Berperan Aktif dalam Masyarakat

Share this article
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Berperan Aktif dalam Masyarakat
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Berperan Aktif dalam Masyarakat

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juni 2026 | Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) telah menunjukkan komitmennya dalam mempereratkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Dalam sebuah kegiatan bakti sosial, Wakapolri membuka acara "Nonton Bareng Piala Dunia 2026" di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan untuk mempereratkan hubungan antara Polri dan masyarakat.

Wakapolri juga menekankan pentingnya kebersamaan dan interaksi antara Polri dan masyarakat. Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas gagasan penyelenggaraan nonton bareng secara serentak di seluruh Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kedekatan dan interaksi yang lebih hangat antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Handayani Jakarta juga menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi kelompok rentan, lanjut usia, anak, dan penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghapus praktik pemasungan dan memastikan setiap warga negara memperoleh akses terhadap layanan sosial dan kesehatan yang layak.

Delapan mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI/NK juga telah menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penerimaan yang digelar di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Mereka menyerahkan Bendera Bintang Kejora, menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, mencium Bendera Merah Putih, serta menyerahkan senjata yang mereka dimiliki.

Kasus Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang dugaan terlibat kasus pengadaan alat simulator surat izin mengemudi (SIM) yang nilainya sangat menggiurkan Rp198 miliar juga masih menjadi perhatian masyarakat. KPK dan Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini. Masyarakat menunggu apakah betul terjadi korupsi dalam kasus pengadaan alat simulator SIM tersebut dan siapa saja yang terlibat.

Kesimpulan, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mempereratkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Kegiatan bakti sosial dan penerimaan mantan anggota KKB merupakan contoh nyata dari upaya pemerintah dalam membangun kebersamaan dan interaksi antara Polri dan masyarakat. Namun, kasus korupsi pengadaan alat simulator SIM masih menjadi perhatian masyarakat dan menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan dari KPK dan Polri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *