Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Rebalancing yang dilakukan oleh penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE dapat memengaruhi aliran dana asing dan berdampak pada harga saham di bursa Indonesia. Pada bulan Mei 2026, MSCI mengumumkan penghapusan 18 saham Indonesia dari indeks mereka, termasuk AMMN dan BREN yang merupakan bagian dari 10 besar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa Indonesia.
Rebalancing indeks MSCI tersebut akan berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan efektif pada 1 Juni 2026. Dengan penghapusan ini, bobot relatif saham perbankan jumbo dan emiten blue chips lainnya diprediksi akan meningkat. Hal ini membuka peluang terjadinya rotasi likuiditas asing ke saham dengan free float dan tata kelola yang lebih sehat.
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, keluarnya sejumlah emiten dari indeks MSCI dapat menjadi katalis bagi investor global untuk mereposisi portofolio mereka ke saham-saham fundamental kuat. Fenomena ini berpotensi mengarahkan rotasi likuiditas asing ke saham dengan free float dan governance lebih sehat seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan TLKM.
Pada 22 Mei 2026, FTSE Russell juga mengumumkan penghapusan 4 saham Indonesia dari indeks mereka, yaitu DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA. Sampai dengan 26 Mei 2026, akumulasi net sell asing telah mencapai Rp45,45 triliun secara year to date (YtD), sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) terpangkas 29,11% ke 6.130,19.
Kapitalisasi pasar juga mengecil menjadi Rp10.617 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar khusus saham free float turun menjadi Rp2.734 triliun. Berdasarkan data pasar per penutupan 26 Mei 2026, BBCA menjadi saham dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencapai Rp729 triliun atau menyumbang 6,87% dari total market cap bursa.
Untuk memanfaatkan situasi ini, investor perlu mempertimbangkan saham-saham dengan fundamental kuat dan tata kelola yang baik. Dengan demikian, mereka dapat mengambil keuntungan dari rotasi likuiditas asing dan meminimalkan dampak negatif dari penghapusan saham dari indeks MSCI dan FTSE Russell.
Dalam beberapa hari ke depan, perhatian investor akan tertuju pada saham-saham yang berpotensi curi perhatian dan memiliki peluang untuk meningkatkan harga saham mereka. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memantau perkembangan pasar dan membuat keputusan investasi yang tepat.











