Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Juli 2026 | Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjuangan mahasiswa dan demokrasi di Indonesia. Sejak awal abad ke-20, mahasiswa telah memainkan peran penting dalam membangkitkan semangat kebangsaan dan mengawal perjuangan kemerdekaan.
Boedi Oetomo, organisasi modern pertama di Indonesia, lahir pada 20 Mei 1908 sebagai respons atas tumbuhnya kesadaran intelektual dan sikap kritis terhadap dominasi pemerintahan kolonial Belanda. Organisasi ini memperjuangkan kemajuan bangsa dan menjadi cikal bakal gerakan mahasiswa di Indonesia.
Pada masa kemerdekaan hingga Orde Baru, mahasiswa aktif dalam perjuangan politik dan sosial, termasuk melahirkan Tritura 1966 serta menjadi kekuatan penekan terhadap kebijakan pemerintah. Pasca Reformasi 1998, peran mahasiswa bergeser menjadi pengawal demokrasi dan kebijakan publik dengan fokus pada isu korupsi, HAM, lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.
Namun, BEM SI juga telah menjadi sasaran hoaks dan disinformasi. Beberapa contoh hoaks yang beredar meliputi artikel yang mengklaim mahasiswa BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Anies Baswedan dan partai gerakan rakyat, serta artikel yang mengklaim Ketua BEM Seluruh Indonesia membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing.
Di tengah tantangan dan hoaks, BEM SI tetap berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan masyarakat. Demo BEM UI yang berakhir dengan orasi di depan Gedung Sekretariat ASEAN merupakan contoh nyata peran mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan kebijakan publik.
Kesimpulan, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia telah menjadi kekuatan penting dalam perjuangan mahasiswa dan demokrasi di Indonesia. Dengan sejarah yang panjang dan peran yang signifikan, BEM SI tetap berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan masyarakat, serta mengawal demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia.











