BERITA

Petir Menyambar Stasiun Jurang Mangu: Rekaman Detik-Detik Listrik KRL Jurang Mangu Terganggu, Penumpang Panik!

×

Petir Menyambar Stasiun Jurang Mangu: Rekaman Detik-Detik Listrik KRL Jurang Mangu Terganggu, Penumpang Panik!

Share this article
Petir Menyambar Stasiun Jurang Mangu: Rekaman Detik-Detik Listrik KRL Jurang Mangu Terganggu, Penumpang Panik!
Petir Menyambar Stasiun Jurang Mangu: Rekaman Detik-Detik Listrik KRL Jurang Mangu Terganggu, Penumpang Panik!

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Mei 2026 | Pada pagi hari Senin, 4 Mei 2026, sebuah sambaran petir mengakibatkan aliran listrik pada jalur kereta komuter (KRL) di Stasiun Jurang Mangu terputus secara tiba-tiba. Kejadian tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial, menimbulkan keprihatinan sekaligus kepanikan di kalangan penumpang yang berada di dalam kereta pada saat itu.

Menurut laporan saksi mata, petir menyambar tiang penyangga jaringan listrik utama sekitar pukul 07.42 WIB. Sambaran tersebut menyebabkan pemutus arus otomatis (circuit breaker) di pusat kontrol jaringan listrik KRL langsung memutus aliran untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Akibatnya, lampu interior kereta padam, sistem audio berhenti, dan pintu otomatis tidak berfungsi.

Penumpang yang berada di gerbong pertama, yang melayani rute Bogor‑Tanah Abang, melaporkan suasana menjadi gelap gulita dalam hitungan detik. Beberapa penumpang berusaha menyalakan lampu senter dari ponsel, sementara yang lain menahan napas menunggu instruksi dari masinis. “Saya sempat terpaku, tidak tahu apakah kereta akan berhenti atau terus melaju,” ujar seorang penumpang bernama Rudi Hartono (34), yang menonton kejadian tersebut melalui rekaman video di ponselnya.

Tim operasional PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) segera mengaktifkan prosedur darurat. Di ruang kontrol utama, petugas melakukan pemulihan daya dengan mengalihkan beban ke sumber cadangan (backup generator). Proses pemulihan memakan waktu sekitar 12 menit, hingga aliran listrik kembali stabil pada pukul 07.54 WIB.

  • 07:42 WIB – Petir menyambar tiang listrik utama di Stasiun Jurang Mangu.
  • 07:43 WIB – Sistem pemutus arus otomatis memutus aliran listrik, kereta mengalami gelap total.
  • 07:45 WIB – Masinis menghentikan kereta di stasiun terdekat untuk menunggu pemulihan daya.
  • 07:54 WIB – Daya listrik dipulihkan, kereta melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.

Selama periode gelap, petugas kereta mengumumkan melalui pengeras suara (meskipun terputus sebagian) untuk menenangkan penumpang dan menyarankan penggunaan lampu senter. Pada saat itu, prosedur evakuasi darurat tidak diaktifkan karena kereta masih berada di jalur yang aman dan tidak ada bahaya fisik yang mengancam.

Setelah layanan kembali normal, PT KCI mengeluarkan pernyataan resmi melalui kanal media sosialnya. Perusahaan menegaskan bahwa kerusakan jaringan listrik bersifat sementara dan tidak menimbulkan bahaya keselamatan penumpang. Selain itu, KCI berjanji akan meningkatkan inspeksi rutin pada tiang listrik di wilayah rawan petir, khususnya di area Bogor yang dikenal memiliki intensitas petir tinggi selama musim hujan.

Pihak kepolisian setempat juga melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur sabotase atau kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur listrik. Hingga kini, hasil penyelidikan masih dalam proses, namun indikasi awal menunjukkan bahwa kejadian tersebut memang merupakan akibat alami dari cuaca ekstrim.

Insiden ini menambah deretan peristiwa serupa yang pernah terjadi di jaringan KRL, termasuk gangguan listrik di Stasiun Depok pada tahun 2023 yang juga dipicu petir. Ahli kelistrikan transportasi, Dr. Ahmad Zulkifli, menilai bahwa peningkatan frekuensi kejadian petir seiring perubahan iklim menuntut perbaikan sistem proteksi petir pada jaringan rel kereta listrik.

Pengguna layanan KRL di wilayah Jabodetabek diharapkan tetap waspada terhadap potensi gangguan listrik selama musim hujan. KCI menyarankan penumpang untuk selalu membawa sumber cahaya cadangan dan mengikuti arahan petugas kereta ketika terjadi keadaan darurat.

Dengan demikian, meski sambaran petir di Stasiun Jurang Mangu sempat menimbulkan kepanikan, respons cepat tim operasional berhasil meminimalisir dampak dan mengembalikan layanan dalam waktu singkat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur transportasi publik dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *