Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan aksi pemadaman listrik selama 60 menit pada Sabtu, 13 Juni 2026, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026. Aksi ini dilakukan di sejumlah titik strategis dan ikon Jakarta, seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga kawasan Balai Kota DKI Jakarta.
Menurut data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), aksi pemadaman listrik ini berhasil menekan emisi karbon hingga 60,14 ton CO2e, menghemat konsumsi listrik sebesar 75,18 MWh, serta menurunkan biaya penggunaan listrik mencapai Rp 108.693.752.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan bahwa aksi ini menjadi bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong budaya hemat energi sekaligus mengajak masyarakat mengambil bagian dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Di sisi lain, Indonesia juga memiliki potensi besar untuk mengubah limbah sawit menjadi sumber energi rendah karbon yang bernilai ekonomi. Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME) menjadi Compressed Biomethane Gas (CBG) dinilai mampu mendukung target dekarbonisasi dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gas alam cair (LNG).
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit dengan potensi limbah cair mencapai sekitar 130 juta meter kubik per tahun.
Upaya menghemat energi dan mengurangi emisi karbon ini merupakan langkah penting dalam mendorong keberlanjutan lingkungan dan menghadapi perubahan iklim. Dengan demikian, perlu dilakukan upaya yang lebih luas dan berkelanjutan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Kesimpulan, aksi pemadaman listrik Jakarta dan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi CBG merupakan contoh upaya yang dilakukan untuk menghemat energi dan mengurangi emisi karbon. Upaya ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak untuk mencapai hasil yang lebih signifikan.











