BERITA

Pangkalan Militer AS Diancam Iran dan Kasus Kematian Peserta Latihan Militer di Indonesia

×

Pangkalan Militer AS Diancam Iran dan Kasus Kematian Peserta Latihan Militer di Indonesia

Share this article
Pangkalan Militer AS Diancam Iran dan Kasus Kematian Peserta Latihan Militer di Indonesia
Pangkalan Militer AS Diancam Iran dan Kasus Kematian Peserta Latihan Militer di Indonesia

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Juni 2026 | Pangkalan militer AS di Timur Tengah diancam oleh Iran setelah Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap wilayah pesisir Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka telah menargetkan situs militer AS di kawasan sebagai respons atas agresi Amerika terhadap garis pantai Iran.

Sementara itu, di Indonesia, terjadi kasus kematian peserta latihan militer. Komisi I DPR RI mendesak Kementerian Pertahanan untuk menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Desakan ini disampaikan menyusul meninggalnya lima orang peserta selama mengikuti program pelatihan tersebut.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Ia mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

Latihan militer memang menuntut fisik dan mental ekstrem, memicu risiko kesehatan seperti heat stroke, rhabdomyolysis, hiponatremia, dehidrasi, cedera otot-sendi, fraktur stres, serta kelelahan akibat kurang tidur. Faktor pemicu utama meliputi intensitas tinggi tanpa adaptasi, cuaca panas-lembap, beban berat, hidrasi tidak seimbang, kurang tidur, dan tekanan budaya yang membuat peserta enggan melapor gejala bahaya.

Pencegahan efektif mencakup skrining kesehatan awal, aklimatisasi panas bertahap, peningkatan beban progresif, strategi hidrasi-elektrolit tepat, pengawasan medis aktif, serta budaya pelaporan aman di lingkungan latihan.

Komisi Penyelidikan Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan Israel, menyimpulkan bahwa pasukan Israel secara sengaja menjadikan anak-anak Palestina sebagai sasaran utama dalam operasi militernya di Gaza. Komisi menilai penargetan terhadap anak-anak merupakan salah satu unsur penting yang menunjukkan adanya niat genosida.

Kesimpulan ini tertuang dalam laporan setebal 88 halaman yang dipublikasikan pada Selasa, 23 Juni 2026. Laporan tersebut mengkaji berbagai bentuk pelanggaran terhadap anak-anak sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023, mulai dari penembakan menggunakan senjata presisi, penyiksaan terhadap anak-anak yang ditahan, penghancuran sekolah dan rumah sakit, hingga dampak blokade yang memicu kelaparan dan memburuknya layanan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *