Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Memasuki bulan Mei, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun, potensi hujan lebat dan angin kencang masih membayangi sejumlah wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem tersebut.
Menurut Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, analisis iklim terkini menunjukkan sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau dan sebagian yang lain berada pada periode peralihan. Kondisi tersebut diindikasikan dengan tutupan awan yang minim sejak pagi hingga tengah hari yang memicu pemanasan permukaan bumi secara intens.
BMKG juga mencatat bahwa suhu udara maksimum yang melampaui 35,0°C telah terjadi di beberapa wilayah, termasuk Aceh, Riau, Bali, sebagian besar pulau Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, hingga Jawa Timur. Pada wilayah yang masih berada pada periode peralihan, akumulasi panas dari pagi hingga siang hari ini menyebabkan proses konveksi yang memicu ketidakstabilan atmosfer sehingga terbentuk awan hujan pada sore dan malam hari.
Selain itu, BMKG juga mencatat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi telah terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Bengkulu, Maluku, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Jambi, Banten, Sulawesi Selatan, Lampung, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, dan Jawa Tengah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat di musim kemarau. Suhu udara yang tinggi dan kelembaban yang rendah dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Di samping itu, pemilik mobil SUV juga perlu memberi perhatian lebih terhadap kondisi ban, terutama saat menghadapi cuaca panas ekstrem di musim kemarau. Suhu jalan yang meningkat dapat memengaruhi tekanan angin di dalam ban, yang dapat menyebabkan keausan tidak merata hingga risiko pecah ban.
BMKG berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan kebakaran hutan yang meningkat di musim kemarau.
Kesimpulan, memasuki musim kemarau, Indonesia masih membayangi potensi hujan lebat dan angin kencang. BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan kebakaran hutan yang meningkat.











