Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Juni 2026 | Masyarakat Jawa-Bali baru-baru ini digemparkan oleh isu kemungkinan terjadinya blackout atau mati listrik total. Namun, PT PLN (Persero) langsung membantah isu tersebut, menyatakan bahwa sistem kelistrikan di Jawa masih dalam kondisi aman dan terkendali. Meskipun demikian, pemadaman listrik bergilir masih terjadi di beberapa wilayah, menyebabkan banyak masyarakat mengeluhkan gangguan pada aktivitas sehari-hari.
Peternak ayam di Deli Serdang, Dandi, mengalami kerugian besar akibat pemadaman listrik. Ia kehilangan 800 ekor ayam karena genset tidak bisa dioperasikan akibat kehabisan solar. Dandi berencana untuk mengajukan kompensasi kepada PLN karena merugi puluhan juta rupiah.
Sementara itu, ibu-ibu di Jawa Barat seperti Aisyah dan Ella juga mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam. Mereka mengalami kesulitan dalam mengurus anak-anak dan melakukan aktivitas rumah tangga karena listrik padam tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kejagung juga telah menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Andri Mulyono, sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Andri Mulyono diduga melakukan mark up pengadaan motor listrik.
PLN telah menyatakan bahwa mereka terus berupaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Namun, masyarakat masih menantikan tindakan nyata untuk mengatasi masalah pemadaman listrik yang masih terjadi.
Kesimpulan, meskipun PLN membantah isu blackout, pemadaman listrik bergilir masih terjadi dan menyebabkan banyak masyarakat mengalami kesulitan. Peternak dan ibu-ibu di Jawa Barat merupakan beberapa contoh masyarakat yang terkena dampaknya. Oleh karena itu, diperlukan tindakan nyata dari PLN untuk mengatasi masalah ini dan memastikan pasokan listrik yang stabil dan handal.











