Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Sore itu, deru mesin Kereta Api (KA) Pangrango yang membelah keheningan di belakang perumahan BMI, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menjadi penanda duka. Jalur rel yang setiap hari menjadi saksi bisu perjuangan Asep Yusup (49) menjemput rezeki, sore itu mendadak berubah menjadi lokasi tragedi memilukan.
Asep, warga Kampung Babakanpeundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, tewas mengenaskan usai tertabrak hingga terlindas kereta api. Pria paruh baya yang sehari-hari berjalan kaki menyusuri rel dari kampung ke kampung untuk menjajakan sayuran hasil tani ini, tak sempat menyelamatkan diri saat si ular besi melintas.
Langkah kaki Asep pada Minggu (14/6/2026) sore sebenarnya sempat dipantau oleh beberapa warga di sekitar lokasi. Sebagai pedagang sayur keliling yang kerap membawa daun singkong dan hasil bumi lainnya, kehadiran Asep memang sudah tidak asing bagi masyarakat setempat.
Petugas Piket Polsek Parungkuda, Aipda Untung Supadi mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, korban baru saja selesai menawarkan dagangannya di satu lokasi dan berniat memutar arah untuk menuju kampung sebelah. Warga yang melihat kereta akan melintas bahkan sempat berteriak histeris memperingatkan korban.
Nahas, teriakan peringatan itu diduga tak terdengar oleh korban. Menurut Asep selaku Ketua RW setempat, korban memang diketahui memiliki keterbatasan pada indra pendengarannya. Alhasil, dalam hitungan detik, tubuh pria lajang itu langsung terhantam keras dan tergeletak telentang di sisi rel dengan luka yang sangat parah.
Menurut dokter jaga IGD RSUD Sekarwangi, dr. Iwan, kondisi tubuh korban mengalami multiple injury atau luka berat di berbagai titik akibat hantaman dan gilasan roda kereta. Jasad pria pekerja keras itu langsung dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak.
Korban selamat kecelakaan kereta Bekasi juga menceritakan pengalaman mereka. Mereka mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi sangat tiba-tiba dan tidak terduga. Mereka berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di masa depan.
Dalam kesimpulan, kecelakaan kereta Bekasi dan tragedi di perlintasan kereta Sukabumi merupakan peringatan bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kita harus selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.











