Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta tim negosiator AS agar tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. Hal ini disampaikan melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu (24/5/2026), sehari setelah ia mengisyaratkan peluang damai kedua pihak sudah semakin dekat.
Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung “konstruktif”, tetapi kedua pihak harus berhati-hati agar kesepakatan yang dicapai benar-benar tepat. “Saya telah menginstruksikan negosiator untuk tidak terburu-buru membuat kesepakatan,” tulis Trump.
Sebelumnya pada Sabtu (24/5/2026), Trump sempat mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran “sebagian besar sudah dinegosiasikan”. Pernyataan itu langsung memicu spekulasi bahwa pengumuman resmi akan segera dilakukan.
Kesepakatan yang sedang dibahas disebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga rencana negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital dunia yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair global.
Di sisi lain, pejabat Iran juga memberi sinyal serupa. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kedua negara saat ini berada dalam posisi “sangat dekat dan sangat jauh” dari kesepakatan.
Menurut sejumlah laporan media AS, kesepakatan yang tengah dibahas bukanlah perjanjian final. Beberapa isu paling sensitif masih akan dinegosiasikan lebih lanjut. Isu tersebut meliputi pencabutan sanksi terhadap Iran, pencairan dana Iran yang dibekukan, hingga tuntutan Washington agar Teheran membatasi program nuklirnya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada proposal yang cukup kuat di meja perundingan, terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan negosiasi terbatas soal isu nuklir Iran. Rubio menyebut kemajuan pembicaraan dalam 48 jam terakhir cukup signifikan meski belum final.
Namun, wacana kesepakatan itu memicu perpecahan di internal Partai Republik AS. Senator Ted Cruz menyebut kesepakatan tersebut bisa menjadi “kesalahan besar”, sementara Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS Roger Wicker menilai gencatan senjata 60 hari justru berpotensi menghilangkan hasil operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, perundingan antara AS dan Iran terus berlangsung dengan berbagai dinamika. Meskipun masih banyak tantangan yang harus diatasi, harapan untuk mencapai kesepakatan damai tetap terbuka. Namun, proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari semua pihak yang terlibat.











