Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Juni 2026 | Hubungan antara Turki dan Israel semakin memburuk setelah Israel mengakui genosida Armenia. Keputusan ini diambil oleh pemerintah Israel dan merupakan langkah historis yang menandai perubahan kebijakan lama Israel terkait isu ini.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel sangat serius menghadapi ancaman dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan mengabaikan ancaman tersebut dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi diri.
Sementara itu, di Turki, warga negara tersebut menghabiskan waktu lebih banyak di depan TV dibandingkan dengan orang-orang yang belum menikah. Menurut survei terbaru, orang-orang yang sudah menikah di Turki menghabiskan rata-rata 2 jam dan 1 menit per hari untuk menonton TV, sementara orang-orang yang belum menikah hanya menghabiskan 1 jam dan 34 menit per hari.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah menikah lebih banyak menghabiskan waktu untuk merawat keluarga dan melakukan kegiatan sosial, sementara orang-orang yang belum menikah lebih banyak menghabiskan waktu untuk pendidikan dan hiburan.
Konflik antara Turki dan Israel diperburuk oleh pernyataan Erdogan yang menyebut Israel sebagai negara yang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Israel membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan mereka di Gaza adalah untuk melindungi diri dari serangan teroris.
Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa hubungan antara Turki dan Israel semakin memburuk, sementara warga Turki lebih banyak menghabiskan waktu di depan TV. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada perbedaan besar dalam kehidupan sehari-hari antara orang-orang yang sudah menikah dan yang belum menikah di Turki.











