Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Lebanon kembali menjadi sorotan internasional setelah otoritas militer dan PBB mengumumkan pemulangan jenazah pasukan perdamaian asal Perancis yang gugur dalam operasi UNIFIL. Penyerahan jenazah tersebut berlangsung di pelabuhan Beirut pada hari Senin, dengan perwakilan Kedutaan Besar Perancis dan pejabat UNIFIL yang menegaskan bahwa satu prajurit tewas dalam aksi pertahanan diri terhadap tembakan yang tidak teridentifikasi.
Sementara itu, Indonesia turut merasakan duka yang mendalam. Pada penutupan Sidang Paripurna DPR RI, Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) yang merupakan prajurit TNI. Kapten Infanteri Zulmi Aditya, Sertu M. Nur Ichwan, dan Praka Farizal Romadhon dilaporkan tewas pada akhir Maret 2026 di wilayah perbatasan selatan Lebanon, saat ketegangan antara militer Israel dan Hizbullah memuncak.
Dalam sambutannya, Puan Maharani menekankan pentingnya investigasi independen yang melibatkan PBB untuk mengungkap fakta secara objektif. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk terus memantau dampak eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang dapat memperparah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan menambah beban bagi pasukan perdamaian yang beroperasi di sana.
UNIFIL, yang memimpin misi penjagaan perdamaian sejak tahun 1978, mencatat satu korban tewas pada insiden terbaru, selain tiga prajurit Indonesia yang meninggal. Data resmi menunjukkan total korban sejak awal tahun ini mencapai lima prajurit, dua di antaranya berasal dari negara lain. Berikut rangkuman singkat:
- 1 prajurit Perancis tewas dalam tembakan tidak teridentifikasi.
- 3 prajurit TNI gugur dalam serangan lintas tembak antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah.
- 1 prajurit dari negara lain (nama tidak dipublikasikan) tewas akibat ranjau darat.
Berita tentang penarikan seluruh pasukan perdamaian Indonesia dari Lebanon yang beredar di media sosial terbukti tidak akurat. Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan belum ada keputusan resmi untuk menarik pasukan TNI dari UNIFIL. Penugasan TNI dijadwalkan berakhir pada Mei 2026, dan personel akan kembali ke Jakarta sesuai rencana. Klaim bahwa seluruh pasukan Indonesia telah ditarik merupakan hoaks yang telah dibantah oleh pihak berwenang.
Di sisi lain, Perancis menegaskan komitmennya terhadap misi UNIFIL meski mengalami kehilangan. Menteri Pertahanan Perancis menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur dan menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menjaga stabilitas Lebanon. Upacara pemulangan jenazah ini juga menjadi simbol penghormatan kepada semua pasukan yang berkorban demi perdamaian.
Keputusan pemulangan jenazah dan pernyataan duka cita dari Indonesia menambah beban emosional bagi keluarga korban. Keluarga prajurit Indonesia, yang masih berada di Jakarta, menerima bantuan konsuler dan dukungan psikologis dari pemerintah. Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah mengatur upacara pemakaman kenegaraan yang akan dilaksanakan dalam minggu depan.
Situasi di Lebanon tetap tegang, dengan laporan peningkatan tembakan di zona perbatasan selatan. Pasukan UNIFIL terus berupaya menjaga zona aman, namun risiko serangan lintas tembak tetap tinggi. PBB mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog guna menghindari eskalasi lebih lanjut yang dapat menimbulkan korban tambahan.









