Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Juli 2026 | Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, menyatakan bahwa negaranya siap meningkatkan pasokan pupuk dan memperluas kerja sama teknologi pertanian dengan Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan di Tanah Air.
Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, baru-baru ini.
Lukashenko mengatakan bahwa isu ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kedua pemimpin.
Menurutnya, kerja sama di sektor tersebut semakin penting di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari konflik militer, persoalan energi, hingga gangguan jalur perdagangan internasional.
"Kami siap menyalurkan pupuk dalam jumlah yang lebih besar lagi, alat-alat pertanian, teknologi pertanian, dan lain sebagainya," ujar Lukashenko.
Presiden Belarus juga menekankan bahwa setiap negara perlu memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri agar tidak bergantung pada kondisi global yang kian tidak menentu.
"Di tengah situasi konflik militer, masalah energi, dan masalah jalur laut untuk perdagangan, hal-hal tersebut menjadi beban bagi orang-orang biasa," ujarnya.
Sementara itu, dalam beberapa waktu terakhir, Belarus juga terlibat dalam isu terkait perang di Ukraina.
Lukashenko menyatakan bahwa Belarus tidak akan mengirim pasukan untuk berperang di Ukraina, tetapi menyalahkan negara-negara Barat yang telah memperpanjang konflik dan meningkatkan ketegangan militer di Eropa.
Belarus sendiri telah menerima penempatan sistem rudal Oreshnik dan senjata nuklir taktis dari Rusia, yang menurut Lukashenko, dapat menjadi faktor penyejuk bagi "kepala panas" yang ingin memperburuk situasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Belarus telah berusaha memperkuat posisinya di kancah internasional, terutama melalui kerja sama dengan negara-negara lain di bidang ekonomi dan pertahanan.
Dengan demikian, upaya Belarus untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia dapat menjadi langkah strategis bagi negara tersebut untuk memperluas pengaruhnya di Asia Tenggara.
Kerja sama ini juga dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan dan mengatasi tantangan keamanan pangan yang dihadapi negara tersebut.











