BERITA

FBI Buru Mantan Perwira Angkatan Udara AS yang Diduga Jadi Mata-mata Iran

×

FBI Buru Mantan Perwira Angkatan Udara AS yang Diduga Jadi Mata-mata Iran

Share this article
FBI Buru Mantan Perwira Angkatan Udara AS yang Diduga Jadi Mata-mata Iran
FBI Buru Mantan Perwira Angkatan Udara AS yang Diduga Jadi Mata-mata Iran

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Mei 2026 | WASHINGTON DC – FBI (Federal Bureau of Investigation) menawarkan hadiah sebesar 200.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan mantan agen khusus Angkatan Udara AS dan spesialis kontra intelijen Monica Witt, yang didakwa pada tahun 2019 dengan tuduhan spionase terkait dugaan bahwa ia berbagi informasi intelijen AS yang sangat rahasia dengan Iran.

Dari CBS News, FBI menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (14/5) bahwa mereka masih berupaya menemukan Witt, yang menurut mereka membelot ke Iran pada tahun 2013. "FBI belum melupakan dan percaya bahwa pada momen kritis dalam sejarah Iran ini, ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya," kata Daniel Wierzbicki, agen khusus yang bertanggung jawab atas Divisi Kontraintelijen dan Siber Kantor Lapangan FBI Washington.

"FBI ingin mendengar dari Anda agar Anda dapat membantu kami menangkap Witt dan membawanya ke pengadilan." Pada Februari 2019, jaksa menuduh Witt berbagi informasi tentang program rahasia Departemen Pertahanan dengan pemerintah Iran dan membantu dinas intelijen Teheran dalam menargetkan mantan koleganya di pemerintahan AS.

Pihak berwenang mengatakan Witt bekerja sama dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran, pasukan militer elit negara itu yang bertugas memperluas pengaruh Teheran secara global. Menurut Departemen Kehakiman, Witt bergabung dengan Angkatan Udara pada tahun 1997 dan keluar pada tahun 2008. Ia juga merupakan kontraktor Departemen Pertahanan hingga tahun 2010.

Jaksa penuntut mengatakan Witt melakukan perjalanan ke Iran pada tahun 2012 untuk menghadiri konferensi yang mengkritik "standar moral Amerika" dan mempromosikan propaganda anti-AS. Dia kembali pada tahun berikutnya dan diberi tempat tinggal dan peralatan komputer oleh pejabat Iran.

Pihak berwenang menduga dia kemudian mulai bekerja atas nama Teheran dengan membagikan informasi rahasia dan mengumpulkan intelijen tentang mantan rekan intelijen AS. Dakwaan yang sama pada tahun 2019 menuntut empat warga Iran atas tuduhan konspirasi dan pencurian identitas berat, menuduh mereka membantu Witt mengumpulkan informasi tentang mantan koleganya di pemerintahan AS.

Sementara itu, di Indonesia, terdapat beberapa kasus yang melibatkan perwira TNI. Salah satunya adalah kasus penangkapan Kasatresnarkoba Polres Kukar yang ditangkap Polda Kaltim terkait dugaan narkoba. Kasus ini menunjukkan bahwa perwira TNI juga bisa terlibat dalam kasus-kasus yang tidak terkait dengan tugas mereka sebagai prajurit.

Di sisi lain, terdapat juga perwira TNI yang memiliki kemampuan lain di luar tugas mereka sebagai prajurit. Contohnya adalah Letda Inf Ali Sadikin, yang memiliki kemampuan memimpin dzikir dan menyampaikan tausiyah keagamaan. Ia menjadi contoh bahwa perwira TNI juga bisa memiliki sisi lain yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, TNI juga melakukan beberapa mutasi perwira. Salah satunya adalah mutasi 65 perwira TNI, yang melibatkan beberapa jabatan penting seperti Danjen dan Pangdam. Mutasi ini dilakukan untuk memperbarui struktur kepemimpinan TNI dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalankan tugas.

Dalam kesimpulan, kasus Monica Witt menunjukkan bahwa perwira Angkatan Udara AS bisa terlibat dalam kasus spionase dan bekerja sama dengan negara lain. Sementara itu, di Indonesia, terdapat beberapa kasus yang melibatkan perwira TNI, baik itu kasus narkoba maupun kemampuan lain yang positif. Mutasi perwira TNI juga dilakukan untuk memperbarui struktur kepemimpinan dan meningkatkan kemampuan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *