Daerah

Sherly Tjoanda Giat Dorong Pariwisata Bawah Laut dan Infrastruktur di Maluku Utara

×

Sherly Tjoanda Giat Dorong Pariwisata Bawah Laut dan Infrastruktur di Maluku Utara

Share this article
Sherly Tjoanda Giat Dorong Pariwisata Bawah Laut dan Infrastruktur di Maluku Utara
Sherly Tjoanda Giat Dorong Pariwisata Bawah Laut dan Infrastruktur di Maluku Utara

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, terus memperkuat posisi provinsi sebagai destinasi wisata alam sekaligus pusat pembangunan infrastruktur strategis. Sejak terpilih pada 2025, ia menekankan integrasi antara sektor pariwisata berbasis laut dan jaringan transportasi darat, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kepulauan.

Inisiatif wisata bawah laut menjadi agenda utama pemerintah provinsi. Berbekal latar belakang pribadi yang gemar menyelam, Sherly meluncurkan program “Dive Maluku Utara” yang mencakup pelatihan pemandu selam lokal, penyediaan peralatan selam bersubsidi, serta promosi situs terumbu karang yang belum banyak dikenal. Program ini berhasil menarik operator tur internasional, meningkatkan kunjungan penyelam sebesar 45% dalam satu tahun pertama.

Sherly juga berperan aktif dalam upaya memperbaiki citra transportasi udara ke wilayah timur Indonesia. Meskipun sempat muncul sorotan mengenai tarif tiket pesawat yang dianggap tinggi, gubernur menegaskan bahwa kebijakan harga bersifat sementara untuk menutupi biaya operasional maskapai yang masih terbatas. Ia berjanji akan bernegosiasi dengan otoritas penerbangan dan maskapai guna menurunkan tarif dalam jangka menengah.

Pencapaian infrastruktur tak kalah penting. Pada April 2026, Yana Astuti, Kepala BPJN Maluku, menerima Anugerah Kartini Infrastruktur Nasional 2026 bersama Sherly Tjoanda sebagai wakil provinsi. Penghargaan tersebut mengakui keberhasilan proyek jalan nasional, jembatan, serta pengembangan pelabuhan di Maluku Utara. Di bawah kepemimpinan bersama, pemerintah provinsi berhasil menyelesaikan tiga proyek jalan utama yang menghubungkan pulau-pulau terpencil dengan ibu kota, memperpendek waktu tempuh rata-rata dari 6 jam menjadi 2 jam.

  • Pembangunan Bandara Kelas Internasional di Ternate, meningkatkan kapasitas penumpang tahunan hingga 1,2 juta orang.
  • Modernisasi Pelabuhan Kao, memungkinkan penanganan kapal kargo besar dan mendukung ekspor hasil perikanan.
  • Revitalisasi jaringan jalan kabupaten, termasuk pembangunan jembatan gantung pertama di wilayah Seram.

Sinergi antara sektor pariwisata dan infrastruktur menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 6,8% pada kuartal pertama 2026, didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan selam dan aktivitas logistik di pelabuhan. Lebih dari 12.000 lapangan kerja baru tercipta, terutama di bidang perhotelan, transportasi, dan layanan pendukung selam.

Namun, tantangan geografis dan logistik masih menjadi kendala. Pulau-pulau kecil memerlukan solusi transportasi laut yang lebih handal serta jaringan energi yang berkelanjutan. Sherly menanggapi hal ini dengan merencanakan pembangunan fasilitas pengisian bahan bakar laut berstandar hijau serta pilot proyek energi surya di desa-desa terpencil.

Ke depan, gubernur menargetkan peningkatan kunjungan wisata selam internasional hingga 30% pada akhir 2027, sekaligus menyiapkan masterplan infrastruktur yang mencakup jaringan kereta ringan di Pulau Ternate. Visi jangka panjangnya adalah menjadikan Maluku Utara sebagai “Jalur Biru” yang menghubungkan potensi laut dan darat secara harmonis, sekaligus menjadi contoh pembangunan inklusif bagi provinsi kepulauan lainnya.

Dengan kepemimpinan Sherly Tjoanda yang konsisten dan kolaboratif, Maluku Utara berada pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan, mengukir prestasi di bidang pariwisata bawah laut sekaligus infrastruktur, serta meningkatkan kualitas hidup warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *