Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Mei 2026 | Warga Depok akan menyaksikan perubahan signifikan pada layanan transportasi umum pada awal Mei 2026. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, seluruh armada Angkot AC yang selama ini melayani rute-rute utama di kota akan resmi berhenti beroperasi. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk merombak sistem angkutan perkotaan, meningkatkan efisiensi, serta mempersiapkan integrasi dengan moda transportasi baru.
Seiring penutupan layanan Angkot AC, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengumumkan penambahan dua koridor baru pada layanan Biskita Trans Depok. Rute tambahan akan menghubungkan Terminal Margonda dengan daerah Sawangan dan Citayam, memperluas jangkauan jaringan publik dan menawarkan alternatif yang lebih nyaman bagi penumpang yang sebelumnya bergantung pada angkot tradisional. Kepala Bidang Angkutan Dishub, Aan Syurahman, menegaskan bahwa penambahan koridor ini didasarkan pada kajian kebutuhan masyarakat serta upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan.
Berikut rangkuman langkah-langkah strategis yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah kota:
- Penutupan Angkot AC Depok: Semua armada akan dihentikan pada 2 Mei 2026. Pengemudi akan diberikan kesempatan untuk beralih menjadi kondektur atau operator Biskita Trans Depok setelah mengikuti pelatihan.
- Ekspansi Biskita Trans Depok: Dua rute baru – Margonda‑Sawangan dan Margonda‑Citayam – akan beroperasi mulai kuartal ketiga 2026. Jadwal, tarif, dan titik pemberhentian akan diumumkan melalui aplikasi resmi transportasi kota.
- Pembangunan Underpass Citayam: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan dimulainya konstruksi underpass di kawasan Stasiun Citayam pada 2027. Proyek ini diharapkan mengurangi kemacetan yang melibatkan arus kendaraan antara Depok dan Bogor.
- Pelayanan SIM Keliling: Untuk mempermudah perpanjangan SIM, Polrestro Depok akan terus mengoperasikan layanan SIM Keliling di dua titik – Eks‑Ramayana Jalan Raya Bogor Cimanggis dan Pos Lalu Lintas Kukusan Jalan Gotong Royong Beji. Biaya perpanjangan tetap Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp 75.000 untuk SIM C.
Penghentian Angkot AC tidak serta merta meninggalkan kekosongan transportasi. Pemerintah kota telah menyiapkan program transisi yang meliputi pelatihan ulang bagi pengemudi, subsidi kendaraan ramah lingkungan, serta penyesuaian tarif Biskita yang lebih bersaing. Dalam jangka panjang, diharapkan Biskita Trans Depok dapat menjadi tulang punggung mobilitas publik, menggantikan peran angkot konvensional yang dianggap kurang efisien.
Selain penambahan rute, Dishub juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan integrasi antara layanan Biskita, LRT Depok (Stasiun Harjamukti), dan jaringan MRT serta KRL yang menghubungkan Depok dengan Jakarta. Integrasi ini diharapkan memberi kemudahan transfer antar moda, mengurangi waktu tempuh, dan menurunkan tingkat emisi kendaraan pribadi.
Rencana pembangunan underpass Citayam menjadi salah satu prioritas utama dalam mengatasi kemacetan di perbatasan Depok‑Bogor. Proyek ini akan melibatkan tiga tingkatan pemerintahan: Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pelaksana fisik, Pemerintah Kota Depok dalam penyediaan lahan dan koordinasi, serta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk penataan lahan di sekitarnya. Jika berjalan sesuai jadwal, underpass dapat selesai pada akhir 2028, memberikan jalur alternatif yang memisahkan arus kendaraan lokal dan lintas kota.
Di sisi lain, layanan SIM Keliling Polrestro Depok tetap menjadi solusi praktis bagi warga yang ingin memperpanjang SIM tanpa harus mengunjungi Satpas utama. Layanan ini beroperasi pada hari Selasa, 5 Mei 2026, dengan persyaratan standar seperti fotokopi KTP, fotokopi SIM lama, tes psikologi, dan surat keterangan sehat. Dengan biaya yang telah ditetapkan, proses perpanjangan dapat diselesaikan dalam satu hari kerja.
Secara keseluruhan, kombinasi penutupan Angkot AC, ekspansi Biskita, dan pembangunan infrastruktur seperti underpass Citayam mencerminkan strategi terpadu Kota Depok untuk meningkatkan mobilitas, menurunkan kemacetan, serta memperkuat jaringan transportasi publik. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaatnya dalam beberapa bulan ke depan, sekaligus berpartisipasi aktif dalam program transisi guna menciptakan kota yang lebih bersih, aman, dan terhubung.
Dengan langkah-langkah ini, Depok berupaya menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan mobilitas yang semakin dinamis, memastikan bahwa sistem transportasi publik tetap relevan, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat.











