BERITA

Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Menyoroti Konflik Agraria di Papua

×

Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Menyoroti Konflik Agraria di Papua

Share this article
Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Menyoroti Konflik Agraria di Papua
Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, Menyoroti Konflik Agraria di Papua

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Mei 2026 | Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita merupakan karya dari Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale yang dirilis pada tahun 2026. Film ini menyoroti konflik agraria di Papua yang disebabkan oleh proyek strategis nasional yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Proyek tersebut memicu deforestasi masif dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat di Papua. Film Pesta Babi menjadi perbincangan hangat karena mengangkat isu sensitif seputar konflik agraria, deforestasi massal, dan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan.

Dengan durasi sekitar 90 menit, dokumenter ini memadukan pendekatan jurnalistik, antropologi, dan visual yang kuat untuk mengungkap realitas di balik proyek-proyek strategis nasional di tanah Papua. Cerita film berfokus pada kehidupan masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, Papua Selatan.

Penayangan film tersebut memicu kontroversi serta diskusi luas mengenai dampak pembangunan nasional terhadap hak asasi masyarakat adat Papua. Film ini tidak hanya dokumentasi, tapi juga panggilan untuk refleksi tentang “kolonialisme di zaman kita” melalui proyek pembangunan besar di Papua.

Judul Pesta Babi sendiri diambil dari tradisi adat Papua yang melambangkan persatuan dan kekuatan komunitas. Dalam budaya setempat, pesta babi bukan sekadar acara makan bersama, tetapi juga simbol sosial dan ritual penting masyarakat adat.

Film ini diproduksi oleh kolaborasi beberapa pihak seperti WatchDoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace, dan media lokal Papua. Karena mengangkat isu sensitif, pemutarannya sempat menjadi sorotan di sejumlah daerah.

Satunya cara legal untuk menonton film ini adalah melalui acara nobar resmi yang diselenggarakan komunitas, kampus, organisasi, atau kelompok masyarakat tertentu. Bagi masyarakat yang ingin menonton, penyelenggara menyediakan mekanisme pendaftaran khusus.

Kesimpulan dari film Pesta Babi adalah bahwa konflik agraria di Papua merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Film ini menjadi panggilan untuk refleksi tentang dampak pembangunan nasional terhadap hak asasi masyarakat adat Papua dan pentingnya menjaga keberlangsungan hidup masyarakat adat di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *