Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Mei 2026 | Krisis di Timur Tengah kembali memanas setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang melibatkan Israel. Qatar, yang dikenal sebagai negara penengah, berusaha untuk membantu menyelesaikan konflik ini. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, untuk membahas upaya damai.
Sheikh Mohammed menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk ekspor minyak. Ia juga menyarankan agar semua pihak terlibat dalam upaya damai untuk mencapai solusi yang permanen. Sementara itu, Iran tetap bersikeras bahwa mereka tidak akan menggunakan Selat Hormuz sebagai ‘kartu tawar’ dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
Konflik di Timur Tengah ini telah menyebabkan ketegangan yang tinggi antara negara-negara di kawasan. Amerika Serikat dan Israel telah melakukan serangan terhadap target Iran, sementara Iran telah membalas dengan serangan terhadap target Israel. Qatar, yang memiliki hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat, berusaha untuk membantu menyelesaikan konflik ini dengan cara damai.
Upaya damai ini juga didukung oleh negara-negara lain di kawasan, termasuk Korea Selatan, yang telah mengirimkan tim untuk membantu menyelesaikan konflik. Namun, proses damai ini masih menghadapi banyak tantangan, termasuk ketegangan yang tinggi antara pihak-pihak yang terlibat dan kepentingan yang berbeda-beda.
Untuk itu, diperlukan upaya yang lebih besar dari semua pihak yang terlibat untuk mencapai solusi yang permanen. Qatar dan Iran telah menunjukkan kemauan untuk berbicara dan mencari jalan damai, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai perdamaian yang langgeng di Timur Tengah.











