Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Mei 2026 | Yadea, salah satu produsen motor listrik ternama, baru-baru ini melakukan pengujian jarak jauh pada dua model andalannya, yaitu Yadea OSTA P dan Yadea VELAX U. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan kemampuan efisiensi serta daya tahan baterai dalam penggunaan nyata.
Hasilnya, Yadea OSTA P mampu mencatat jarak tempuh hingga 153 kilometer dengan sisa baterai 13 persen, sedangkan Yadea VELAX U berhasil menempuh 156 kilometer dengan sisa daya 23 persen. Pengujian ini dilakukan dengan melintasi beragam kondisi jalan, mulai dari jalur perkotaan, tanjakan, hingga area padat lalu lintas di kawasan Puncak.
Menurut Andy Luo, VP & GM Sales and Marketing Yadea Indonesia, seluruh perjalanan dilakukan hanya dengan satu kali pengisian penuh di awal tanpa pengisian ulang selama perjalanan. Hal ini menjadi bukti bahwa motor listrik tidak lagi sekadar kendaraan alternatif, melainkan mulai berkembang sebagai solusi mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.
Pengujian ini juga menjadi sorotan karena dilakukan dalam kondisi jalan yang cukup beragam. Rute dari Bandung menuju Bogor melewati kawasan Cianjur, Sasak Rajamandala, hingga jalur Puncak yang dikenal memiliki kontur menanjak dan lalu lintas padat, terutama pada jam-jam tertentu.
Yadea juga menyoroti efisiensi biaya operasional yang diklaim lebih hemat dibanding motor berbahan bakar bensin. Dengan kebutuhan pengisian daya yang relatif murah, pengguna disebut dapat menghemat pengeluaran operasional hingga 90 persen dibanding kendaraan konvensional.
Dari sisi teknologi, OSTA P dan VELAX U dibekali sistem pintar AiGO Intelligent Riding System dan iControl Intelligent System. Teknologi tersebut mendukung sejumlah fitur seperti cruise control, regenerative braking, hingga pengelolaan baterai cerdas untuk membantu efisiensi penggunaan daya.
Keberhasilan melewati medan sulit dengan satu kali pengisian daya menjadi validasi atas kualitas dan daya tahan baterai yang ditawarkan Yadea kepada konsumen nasional yang membutuhkan kendaraan tangguh serta hemat biaya.
Yadea berharap pengujian ini dapat mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di kota-kota besar Indonesia termasuk Jakarta dan Jawa Barat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memilih alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.











