Uncategorized

Kebangkitan Como 1907: Dari Keterpurukan Hingga Kembali ke Peta Sepak Bola Italia

×

Kebangkitan Como 1907: Dari Keterpurukan Hingga Kembali ke Peta Sepak Bola Italia

Share this article
Kebangkitan Como 1907: Dari Keterpurukan Hingga Kembali ke Peta Sepak Bola Italia
Kebangkitan Como 1907: Dari Keterpurukan Hingga Kembali ke Peta Sepak Bola Italia

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Mei 2026 | Como 1907, klub sepak bola Italia yang pernah nyaris tenggelam dari peta sepak bola Italia, kini telah mencatat sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa atau Liga Champions. Kebangkitan ini memiliki hubungan erat dengan Indonesia melalui sosok pemimpin klub, Mirwan Suwarso, serta keterlibatan investor Indonesia yang membawa arah baru bagi Como.

Como bukanlah klub kaya raya seperti Juventus atau Inter Milan. Mereka tidak memiliki tradisi juara panjang ataupun kekuatan finansial luar biasa. Justru dari keterbatasan itulah Como membangun identitasnya sebagai klub pekerja keras yang berkembang secara perlahan namun pasti.

Dalam perjalanan sejarahnya, Como pernah beberapa kali tampil di Serie A, tetapi mereka lebih sering berkutat di kasta bawah sepak bola Italia. Bahkan, dalam beberapa periode, Como mengalami keterpurukan yang sangat berat hingga nyaris kehilangan identitas klubnya sendiri.

Masalah terbesar Como pada masa lalu adalah kondisi finansial yang tidak stabil. Klub sempat mengalami kebangkrutan dan kesulitan membayar operasional tim. Situasi tersebut membuat Como terpuruk hingga harus memulai kembali dari divisi bawah. Banyak pemain pergi, fasilitas klub tertinggal dibanding tim lain, dan harapan suporter perlahan memudar.

Di tengah kerasnya kompetisi sepak bola Italia, Como hanyalah klub kecil yang berusaha bertahan hidup. Namun justru dari titik terendah itulah kebangkitan Como dimulai. Ketika banyak klub memilih jalan instan dengan menghamburkan uang tanpa arah jelas, Como memilih membangun fondasi baru secara perlahan.

Mereka mulai memperbaiki struktur organisasi, membangun manajemen profesional, dan mencari identitas permainan yang sesuai dengan karakter klub. Strategi ini membawa hasil, dan Como kini telah menjadi salah satu klub yang paling menarik di Italia.

Sementara itu, di liga lain, Chelsea dan Roc Nation Sports International telah menjalin kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan di Amerika Serikat. Kemitraan ini terjalin hanya beberapa minggu setelah Roc Nation mengumumkan bahwa organisasinya telah menjalin kemitraan dengan klub lain, yakni KS Cracovia dari Polandia.

Chelsea dan Roc Nation mengumumkan kemitraan tersebut pada hari Kamis, menandai dimulainya kerja sama yang akan berfokus pada narasi budaya. Menurut Roc Nation, kemitraan ini akan berpusat pada upaya menempatkan Chelsea di persimpangan antara sepak bola, musik, budaya, dan hiburan, sekaligus memperkuat posisi klub sebagai pemimpin di pasar Amerika.

Tujuan kemitraan ini adalah untuk memperluas jangkauan Chelsea, baik di Amerika maupun di platform-platform utama. Bersama-sama, kedua pihak akan mengembangkan kampanye untuk memanfaatkan budaya pop Amerika sambil membantu Chelsea berkembang sebagai merek olahraga dan gaya hidup.

Sementara itu, di Italia, Serie A menghadapi kekacauan karena separuh dari tim-tim di liga tersebut tidak mengetahui waktu kick-off pertandingan mereka pada akhir pekan. Rome derby menjadi inti dari masalah ini karena awalnya dijadwalkan untuk kick-off pada pukul 12:30 (waktu setempat) pada hari Minggu, bersama dengan empat pertandingan lain yang melibatkan tim-tim yang bersaing untuk mendapatkan tempat di Liga Champions.

Karena persaingan untuk mendapatkan tempat di Liga Champions sangat ketat, pertandingan-pertandingan yang melibatkan Napoli, Juventus, AC Milan, Roma, dan Como harus dimainkan secara bersamaan untuk memastikan kesetaraan. Namun, final tennis Italia yang dijadwalkan pada pukul 17:00 di Foro Italico, yang berada di kompleks yang sama dengan Stadio Olimpico, membuat otoritas setempat memerintahkan untuk memindahkan pertandingan derby ke hari Senin malam.

Kekacauan ini menyebabkan Lega Serie A mengajukan banding formal ke Pengadilan Administratif Regional (TAR) pada hari Rabu malam. Lazio coach Maurizio Sarri mengkritik Lega Serie A dan menyatakan bahwa dia tidak akan hadir di stadion jika pertandingan derby dimainkan pada hari Minggu.

Dalam situasi yang tidak pasti ini, Como 1907 tetap fokus pada tujuannya untuk kembali ke peta sepak bola Italia. Dengan kebangkitan yang luar biasa, Como telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan strategi yang tepat, bahkan klub kecil pun dapat mencapai kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *