BERITA

Kisah Haru Guru Ngaji yang Menjemput Haji dengan Menabung Setelah Salat Subuh

×

Kisah Haru Guru Ngaji yang Menjemput Haji dengan Menabung Setelah Salat Subuh

Share this article
Kisah Haru Guru Ngaji yang Menjemput Haji dengan Menabung Setelah Salat Subuh
Kisah Haru Guru Ngaji yang Menjemput Haji dengan Menabung Setelah Salat Subuh

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Mei 2026 | Sebuah kisah haru dari seorang guru ngaji asal Ciputat, Tangerang Selatan, yang berhasil menjalankan ibadah haji setelah bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit. Nurhayati, atau yang akrab disapa Nunung, adalah seorang guru ngaji yang memiliki keinginan kuat untuk menjalankan ibadah haji. Namun, karena keterbatasan ekonomi, impian tersebut terasa sangat jauh.

Nunung mulai mengajar anak-anak mengaji sejak 2005. Dari aktivitas itulah keinginan berhaji perlahan tumbuh. Namun, saat itu, impian tersebut terasa sangat jauh karena keterbatasan ekonomi. Perubahan mulai terjadi setelah seorang temannya menyampaikan pesan sederhana yang terus diingatnya hingga kini.

"Kalau enggak nabung, Allah enggak dengar doa ibu," kata Nunung menirukan ucapan rekannya. Pesan itu membuatnya memberanikan diri membuka tabungan haji dengan setoran awal Rp200.000. Meski penghasilannya terbatas, dia mulai menyisihkan uang sedikit demi sedikit.

Nunung membiasakan diri menabung selepas salat subuh. Nilainya tidak besar, tetapi dilakukan secara rutin selama bertahun-tahun. Hingga pada 2013, tabungannya mencapai Rp23,5 juta dan cukup untuk mendaftar haji serta mendapatkan nomor porsi keberangkatan.

Setelah menunggu selama 12 tahun, panggilan ke Tanah Suci akhirnya datang. "Alhamdulillah, bener-bener barokah bisa sampai sini," katanya dengan suara bergetar. Momen pertama kali melihat Ka'bah menjadi pengalaman paling membekas baginya.

Nunung mengaku tak mampu membendung rasa haru ketika berhasil mencium Hajar Aswad dan melaksanakan tawaf. "Bisa cium Ka'bah, Hajar Aswad, terus dijagain mutawwif-nya. Demi Allah, rasanya bersyukur banget," ujarnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, jadwal salat untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya telah dirilis. Umat Muslim di wilayah tersebut dapat menjalankan ibadah dengan tuntunan waktu yang tepat berdasarkan jadwal salat berdasarkan waktu yang ditentukan.

Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjalankan ibadah salat, umat Muslim dapat memanfaatkan jadwal salat yang telah dirilis. Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertib dan teratur.

Di sisi lain, kebakaran yang terjadi di sebuah rumah di Perumahan Bangun Reksa Balikpapan dapat menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan. Kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran akan bahaya kebakaran.

Dalam menjalankan ibadah, umat Muslim harus tetap menjaga keselamatan dan keamanan. Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *