Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Mei 2026 | Ketegangan antara Paus Leo XIV dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memanas. Trump menyebut sikap Paus Leo XIV terhadap Iran sebagai tindakan yang lemah dan dapat membahayakan umat Katolik. Paus Leo XIV sebelumnya mengkritik keras perang di Timur Tengah dan menyatakan dukungan terhadap perdamaian di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan kunjungan ke Vatikan untuk membahas berbagai isu, termasuk kebebasan beragama dan perang AS-Iran. Rubio menyatakan bahwa pertemuan dengan Paus Leo XIV berlangsung dengan baik dan membahas berbagai topik penting.
Vatikan sendiri memiliki peran penting dalam perjuangan perdamaian global. Paus Leo XIV menegaskan bahwa Vatikan akan terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia. Ensiklik Pacem in Terris, yang dikeluarkan pada tahun 1963, merupakan salah satu contoh upaya Vatikan dalam mempromosikan perdamaian di tengah ketegangan Perang Dingin.
Perdebatan antara Trump dan Paus Leo XIV memperlihatkan benturan dua visi politik-moral yang berbeda. Di satu sisi, terdapat upaya membangun politik perdamaian dan moral universal, sedangkan di sisi lain, politik keamanan nasional dan kekuatan negara menjadi prioritas. Pertanyaan mengemuka, apakah agama memiliki ruang dalam politik? Bagaimana Vatikan memahami dan menjalankan politiknya?
Vatikan berdiri dalam dua entitas yang saling melekat, yaitu sebagai pusat spiritual Gereja Katolik sedunia dan sebagai entitas negara yang memiliki wilayah dan kedaulatan politik. Relasi diplomatik global dijalankan Vatikan berlandaskan nilai keagamaan universal.
Peran Vatikan terhadap perjuangan perdamaian memang bukan hal baru. Vatikan telah lama terlibat dalam upaya mempromosikan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia. Dalam konteks ini, kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Vatikan dapat dilihat sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama antara kedua belah pihak dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan.
Secara keseluruhan, ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV memperlihatkan kompleksitas hubungan antara agama dan politik. Vatikan, sebagai pusat spiritual Gereja Katolik, terus memperjuangkan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia, sementara Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Trump, memiliki prioritas yang berbeda dalam hal keamanan nasional dan kekuatan negara.











