BERITA

Misteri Sebelum Penusukan Mat Ular: Dari Kecurigaan Sihir Hingga Jejak Preman Manado

×

Misteri Sebelum Penusukan Mat Ular: Dari Kecurigaan Sihir Hingga Jejak Preman Manado

Share this article
Misteri Sebelum Penusukan Mat Ular: Dari Kecurigaan Sihir Hingga Jejak Preman Manado
Misteri Sebelum Penusukan Mat Ular: Dari Kecurigaan Sihir Hingga Jejak Preman Manado

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Mei 2026 | Insiden penusukan yang menimpa Mat Ular, mantan preman ternama dari Manado, di Lorentz Anoa Teling Bawah menjadi sorotan utama media lokal. Namun, sebelum tragedi itu terjadi, sejumlah faktor tersembunyi mulai muncul, termasuk dugaan sihir, perseteruan internal, serta latar belakang sosial yang kompleks.

Mat Ular, yang dikenal sebagai sosok berpengaruh di kalangan kelompok kriminal Manado, sempat menjadi target peretasan jaringan narkoba pada awal tahun ini. Menurut saksi mata, ia sempat menerima ancaman tertulis yang menyinggung keluarga terdekatnya. Ancaman tersebut dikaitkan dengan persaingan wilayah yang semakin memanas antara beberapa geng lokal.

Pada saat yang bersamaan, fenomena kepercayaan terhadap kekuatan gaib kembali mengemuka. Kasus serupa baru-baru ini terungkap melalui wawancara eksklusif TikToker Manda, yang mengaku mengalami serangan sihir dari orang terdekat. Manda mengungkapkan bahwa ia telah menjalani ruqiyah bersama Ustaz Muhammad Faizar untuk mengatasi gejala fisik dan psikis yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Pengalaman Manda menambah spekulasi bahwa Mat Ular juga mungkin menjadi korban praktik sihir yang menimbulkan rasa takut dan tekanan mental.

Berikut rangkaian peristiwa yang tercatat menjelang penusukan Mat Ular:

  • Januari 2026: Mat Ular ditangkap oleh kepolisian setempat atas dugaan pemerasan; kemudian dibebaskan dengan jaminan.
  • Februari 2026: Muncul laporan ancaman tertulis yang menyebutkan nama keluarganya.
  • Maret 2026: Kelompok saingan dilaporkan mengirimkan pesan anonim tentang “pembalasan” yang akan datang.
  • April 2026: Manda, seorang konten kreator, mengisahkan pengalaman sihirnya dalam video YouTube yang menjadi viral, menimbulkan perbincangan tentang pengaruh energi negatif di kalangan masyarakat.
  • Mei 2026: Mat Ular terlihat lebih gelisah, sering mengeluhkan sakit kepala berat, insomnia, dan sensasi sesak napas, gejala yang serupa dengan yang diceritakan Manda.

Pengamat kriminal menilai bahwa tekanan psikologis akibat dugaan sihir dapat memperparah konflik yang sudah ada. “Jika seseorang percaya dirinya berada di bawah pengaruh energi negatif, hal itu dapat memicu perilaku defensif yang berujung pada konfrontasi fisik,” ujar Dr. Rina Sari, pakar kriminologi di Universitas Sam Ratulangi.

Insiden penusukan itu sendiri terjadi pada malam Jumat, 3 Mei 2026, ketika Mat Ular tengah melintasi lorong sempit Anoa Teling Bawah. Seorang tak dikenal melancarkan serangan dengan pisau bermata dua, menancapkan tiga luka pada bagian dada dan lengan. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun kondisi kritis membuat tim medis berjuang keras untuk menyelamatkannya.

Polisi setempat telah melakukan penyelidikan intensif, termasuk penggalian jejak digital, pemindaian CCTV, dan interogasi saksi. Hingga kini, belum ada identitas pelaku yang terungkap secara resmi. Namun, beberapa sumber internal menyebutkan kemungkinan keterlibatan anggota geng yang sebelumnya berseteru dengan Mat Ular.

Di sisi lain, masyarakat sekitar lorong tersebut mulai membahas kembali peran kepercayaan tradisional dalam menyelesaikan perselisihan. Praktik ruqiyah yang dilakukan oleh Manda menjadi contoh bagaimana sebagian orang memilih pendekatan spiritual untuk mengatasi tekanan mental. “Kita tidak bisa mengabaikan perasaan takut yang menimbulkan efek domino dalam kehidupan sosial,” tambah Dr. Rina.

Dengan berlalunya beberapa minggu sejak penusukan, kasus ini masih menjadi bahan perdebatan antara pihak kepolisian, kalangan akademisi, dan masyarakat umum. Apakah motif utama adalah persaingan kriminal, balas dendam pribadi, atau bahkan campur tangan energi gaib, masih menjadi pertanyaan yang harus dijawab melalui proses hukum yang transparan.

Terlepas dari hasil akhir penyelidikan, peristiwa ini menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial, budaya, dan psikologis yang melingkupi komunitas di wilayah Manado. Penanganan kasus serupa di masa depan sebaiknya mengintegrasikan pendekatan hukum dengan upaya edukasi mengenai bahaya kepercayaan tak berdasar yang dapat memperparah konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *