Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 07 Mei 2026 | Jumat, 5 Mei 2026 – Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan dua hal penting yang tengah beredar di media sosial. Pertama, pemerintah provinsi tidak membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026. Kedua, sebuah video yang mengklaim dirinya memberikan dana bantuan melalui nomor WhatsApp terbukti merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI) dan termasuk modus penipuan.
Sejak awal pekan ini, sejumlah akun media sosial mengunggah klip yang memperlihatkan sosok Mathius Derek Fakhiri berbicara seolah‑olah menawarkan bantuan keuangan kepada warga Papua yang menghubungi nomor WhatsApp tertentu. Narasi dalam video menjanjikan bantuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang terdampak inflasi dan keterbatasan layanan publik.
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi menyeluruh. Menggunakan dua platform deteksi konten AI, yakni Hive Moderation dan Truth Scan, tim menemukan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 99,9% dihasilkan oleh AI pada Hive Moderation dan 94% pada Truth Scan. Kedua hasil ini menegaskan bahwa klip tersebut tidak asli dan dibuat dengan teknologi generatif AI.
- Hive Moderation: Menilai video dengan skor probabilitas 99,9% sebagai buatan AI.
- Truth Scan: Mengidentifikasi jejak digital konten generatif dengan tingkat akurasi 94%.
Setelah hasil pemeriksaan dipublikasikan, Gubernur Mathius menyampaikan pernyataan resmi melalui kantor gubernur. Ia menolak semua tuduhan bahwa ia menawarkan bantuan melalui platform pribadi dan menegaskan bahwa semua program bantuan resmi akan disalurkan melalui kanal pemerintah yang telah ditetapkan, seperti Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sementara itu, terkait isu penerimaan CPNS, Gubernur Mathius juga memberikan klarifikasi. Pemerintah Provinsi Papua belum mengumumkan jadwal atau mekanisme seleksi CPNS untuk tahun 2026. Penundaan ini disebabkan oleh evaluasi internal atas kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di provinsi yang masih menyesuaikan dengan prioritas pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mempercayai informasi yang mengklaim adanya lowongan CPNS yang belum diumumkan secara resmi.
Para ahli keamanan siber menambahkan bahwa modus penipuan melalui video AI semakin umum di Indonesia. Mereka menyarankan publik untuk selalu memverifikasi sumber informasi, terutama ketika diminta untuk menghubungi nomor pribadi atau mengirimkan data keuangan. Pemerintah pusat melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mengeluarkan panduan anti‑hoaks yang menekankan pentingnya mengecek keaslian video dengan alat bantu digital sebelum mengambil tindakan.
Dalam rangka melindungi warganya, Pemerintah Provinsi Papua berjanji akan meningkatkan edukasi digital melalui program literasi media di sekolah dan komunitas. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kerentanan warga terhadap informasi palsu yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Kesimpulannya, tidak ada penerimaan CPNS yang sedang berlangsung di Papua, dan video bantuan WhatsApp yang beredar adalah hoaks AI. Warga diimbau tetap waspada, memverifikasi informasi melalui kanal resmi, dan melaporkan konten mencurigakan kepada pihak berwenang.











