Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Mei 2026 | Setelah sekian lama mencatat kerugian, saham GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.) berhasil kembali mencatat laba pada kuartal terakhir. Perubahan fundamental ini menimbulkan harapan baru bagi para investor, namun pergerakan harga masih dipengaruhi oleh dinamika pasar yang beragam, termasuk kebijakan komisi ojek online yang baru saja diumumkan pemerintah.
Pada sesi perdagangan Senin, 4 Mei 2026, GOTO menjadi salah satu saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Total nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun, menempatkannya di posisi teratas bersama BBCA dan BUMI. Berikut ringkasan nilai transaksi tiga saham terbesar dalam bentuk tabel:
| Saham | Nilai Transaksi (Rp triliun) |
|---|---|
| GOTO | 1,32 |
| BBCA | 1,22 |
| BUMI | 0,767 |
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,22% ke level 6.971,95 setelah sempat menembus puncak 7.069,69 pada sesi pertama. Secara teknikal, histogram negatif MACD mulai menyusut dan stochastic RSI berada di zona oversold, menandakan potensi konsolidasi dalam rentang 6.950–7.050 selama dua hari ke depan, menurut Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas.
Meski likuiditas tinggi, saham GOTO mengalami penurunan 7,41% pada sesi pertama perdagangan hari itu. Penurunan ini dipicu oleh isu kebijakan komisi ojek online yang diatur dalam Perpres 8% pemerintah. Kebijakan tersebut menurunkan margin rider dan menambah beban biaya operasional, sehingga pelaku pasar menilai profitabilitas jangka pendek GOTO terancam. Beberapa analis memperingatkan bahwa jika kebijakan tidak diimbangi dengan strategi diversifikasi layanan, GOTO berisiko kembali ke zona kerugian.
Namun, laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa GOTO berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, didorong oleh pertumbuhan layanan digital payment dan iklan. Pendapatan iklan naik 23% YoY, sementara volume transaksi di platform Gojek dan Tokopedia meningkat 15% secara gabungan. Kinerja positif ini memberi dasar bagi perkiraan kenaikan harga saham dalam jangka menengah.
Berbekal data fundamental yang kuat, analis memperkirakan level support utama GOTO berada di sekitar Rp1.800, dengan resistance pertama di Rp2.200. Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, target berikutnya berada di zona Rp2.500–2.600. Sebaliknya, penurunan di bawah support dapat membuka ruang bagi koreksi lebih dalam, menguji level Rp1.600.
Investor institusi juga menunjukkan minat besar. Pada akhir perdagangan, kapitalisasi pasar GOTO mencapai sekitar Rp12,4 triliun, menempatkannya di antara big caps Indonesia. Volume beli bersih tercatat positif, mengindikasikan akumulasi posisi oleh dana pensiun dan reksa dana.
Secara makro, pasar Indonesia masih berada dalam fase konsolidasi setelah serangkaian stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang mendukung likuiditas. Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang stabil dan reformasi regulasi dapat menjadi katalis bagi saham teknologi seperti GOTO untuk mengukir performa lebih baik.
Kesimpulannya, meskipun tekanan regulasi komisi ojek online memberikan beban jangka pendek, fundamental yang kembali menguntungkan dan posisi likuiditas tinggi memberi peluang bagi saham GOTO untuk kembali menguji level resistance di atas Rp2.000. Investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan pemerintah serta laporan kuartalan berikutnya sebelum mengambil keputusan beli atau jual.











