Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Pada akhir pekan 2 Mei 2026, Stadio Picco menjadi saksi pertarungan sengit antara Spezia dan Venezia yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan yang awalnya tampak menguntungkan bagi tim tamu, berbalik menjadi drama penuh emosi ketika kedua sisi saling mengejar poin penting untuk tujuan masing-masing.
Gol pembuka tercipta dalam 8 menit pertama melalui John Yeboah, penyerang muda Venezia yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Spezia. Gol tersebut memberi Venezia kepercayaan diri untuk mengendalikan permainan di babak pertama. Namun, Spezia tidak tinggal diam. Pada menit ke-25, Sagrado menambah keunggulan Venezia menjadi 2-0, membuat para pendukung di tribun hampir menganggap kemenangan sudah pasti.
Ketegangan meningkat pada menit ke-45+3 ketika Filippo Bandinelli mendapatkan kartu merah, meninggalkan Spezia dengan satu pemain kurang untuk sisa babak pertama. Kejadian ini memaksa pelatih Luca D’Angelo untuk menyesuaikan taktik, mengandalkan kecepatan serangan balik dan kekuatan fisik pemain tengah.
Menjelang akhir babak pertama, Mattia Valoti berhasil menutup jarak dengan gol pada menit ke-45, mengubah skor menjadi 2-1. Gol ini memberi harapan baru bagi Spezia, yang bertekad melanjutkan perlawanan di babak kedua.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-70, Richie Sagrado mencetak gol keduanya, mengembalikan keunggulan Venezia menjadi 3-1 dalam hitungan menit. Namun, reaksi cepat Spezia tak terhenti lama. Mattia Valoti kembali menemukan jaringan gawang pada menit ke-73, memperkecil selisih menjadi 3-2.
Detik-detik terakhir menjadi panggung bagi Gabriele Artistico, yang pada menit ke-90 menambah satu poin bagi tuan rumah dengan gol penyama. Skor akhir 2-2 mengamankan satu poin penting bagi Spezia, namun tidak cukup untuk memastikan posisi mereka di zona aman play‑out. Mereka masih harus menunggu hasil pertandingan lain, khususnya antara Bari dan Catanzaro, serta menyiapkan kemenangan melawan Pescara pada putaran terakhir.
Sementara itu, bagi Venezia, hasil imbang ini cukup untuk mengunci promosi ke Serie A, berkat kombinasi hasil menguntungkan dari pertandingan lain, termasuk kegagalan Monza melawan Mantova. Pelatih Giovanni Stroppa mengungkapkan kepuasannya, menyebut bahwa promosi “harusnya terjadi”.
Berikut susunan pemain yang memulai pertandingan:
| Tim | Formasi | Pemain |
|---|---|---|
| Spezia | 3-5-2 | Mascaradi; Mateju, Bonfanti, Aurelio (Beruatto 21′); Vignali (Comotto 13′), Bandinelli, Romano (Nagy 35′), Valoti (Skjellerup 35′), Sernicola; Di Serio (Artistico 21′), Lapadula |
| Venezia | 3-5-2 | Stankovic; Schingtienne, Svoboda, Franjic; Hainaut, Kike Perez (Dagasso 23′), Busio, Doumbia, Haps (Sagrado 23′); Yeboah (Compagnon 36′), Adorante (Casas 1′) |
Keputusan wasit Andrea Colombo, yang didukung VAR dan AVAR, turut mempengaruhi dinamika pertandingan, termasuk kartu merah untuk Bandinelli pada menit 45+3. Kejadian tersebut menambah beban psikologis bagi Spezia, namun juga menampilkan karakter juang yang kuat.
Dalam konteks klasemen, Spezia masih berada di zona terendah Serie B, dengan peluang masih terbuka namun rapuh. Mereka harus menyiapkan strategi agresif pada laga penutup melawan Pescara, sambil berharap hasil menguntungkan dari pertemuan tim lain. Venezia, di sisi lain, bersiap menyambut tantangan di Serie A, dengan target mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Secara keseluruhan, pertandingan Spezia vs Venezia menunjukkan betapa krusialnya setiap poin pada fase akhir kompetisi. Kedua tim menampilkan kualitas teknis dan mental yang tinggi, namun hasil akhir menegaskan perbedaan tujuan: satu tim melangkah ke Serie A, sementara yang lain masih berjuang menghindari degradasi.











