Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Grêmio kembali menorehkan catatan kurang memuaskan pada laga Sul-Americana melawan Club Deportivo Palestino di La Cisterna, Santiago. Pertandingan yang dijadwalkan pada 30 April 2026 berakhir dengan skor 0-0, menambah deret malam sial sang Tricolor di luar negeri. Kegagalan utama datang dari tiga tendangan penalti yang gagal dikonversi oleh Carlos Vinícius, serta sebuah gol yang dibatalkan karena offside di menit-menit akhir.
Serangan Grêmio di babak pertama tampak menjanjikan, namun tidak menghasilkan peluang yang cukup berbahaya. Pada menit ke-27, Carlos Vinícius diberi kesempatan mengeksekusi tendangan penalti pertama, namun bola meleset melebar ke sisi kiri tiang. Tak lama kemudian, pada menit ke-42, peluang kedua muncul setelah pelanggaran di dalam kotak penalti, namun kembali Vinícius gagal menaklukkan kiper Palestino, kali ini menabrak tiang kanan. Kesempatan ketiga datang di babak kedua, menit ke-68, namun sang penyerang kembali menampar bola ke luar, menutup harapan Grêmio untuk memecah kebuntuan.
Gol yang sempat tercipta pada menit ke-71 juga tidak bertahan lama. Setelah serangan balik cepat, bola berhasil masuk ke gawang, namun wasit menilai ada posisi offside pada pemain penyerang utama, sehingga gol tersebut dibatalkan. Kejadian ini menambah frustrasi pemain dan pelatih, terutama Luis Castro, yang dalam konferensi pers menyatakan, “Kami harus memperbaiki efektivitas di luar kandang, karena di rumah kami berada di peringkat kedua, namun di luar kami berada di dasar klasemen.”
Statistik menunjukkan bahwa pertandingan ini menjadi pertandingan ke-12 Grêmio tanpa kemenangan sebagai tamu. Sejak Januari 2025, tim asal Porto Alegre belum mampu meraih tiga poin di luar Arena, memperparah tekanan pada skuad. Selain kegagalan penalti, Grêmio juga harus menghadapi sejumlah absensi penting. Daftar pemain yang tidak dapat berpartisipasi meliputi:
- Arthur – cedera otot hamstring kanan, diperkirakan kembali dalam dua hingga tiga minggu.
- Francis Amuzu – masih dalam proses rehabilitasi cedera pergelangan kaki kanan.
- Viery – skorsing akibat kartu kuning kedua.
- Carlos Vinícius – skorsing setelah menerima kartu kuning ketiga.
Dengan empat pemain kunci absen, Luis Castro dipaksa mengubah formasi. Sementara pertahanan tetap diatur oleh Pavon, Gustavo Martins, Wagner Leonardo, dan Pedro Gabriel, lini tengah kemungkinan akan mengandalkan Leo Pérez, Nardoni, dan Tetê. Pada sektor serang, Braithwaite menjadi pilihan utama menggantikan Carlos Vinícius, dengan dukungan Gabriel Mec yang dapat dipertahankan sebagai opsi kreatif.
Jadwal berikutnya menuntut Grêmio untuk segera bangkit. Pada 2 Mei 2026, tim akan menghadapi Athletico-PR di Arena da Baixada, Curitiba, dalam laga ke-14 Brasileirão. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Grêmio untuk menghentikan deret kegagalan di luar rumah. Pelatih Vitor Severino dari Athletico-PR juga menyiapkan skuad tanpa Luiz Gustavo dan Zapelli yang sedang skorsing, serta harus mengatasi cedera Jadson. Kedua tim diprediksi akan menurunkan susunan pemain yang menitikberatkan pada ketahanan defensif.
Di dalam kompetisi domestik, Grêmio menunjukkan performa yang lebih stabil, menempati posisi kedua di klasemen sementara. Namun, ketidakkonsistenan pada laga tandang menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan tim dalam menyesuaikan diri dengan tekanan di luar Arena. Tekanan ini semakin terasa menjelang fase krusial Copa do Brasil, di mana Grêmio akan melawan Confiança pada akhir Mei. Jika tim tidak dapat memperbaiki performa tandangnya, peluang meraih gelar menjadi semakin tipis.
Secara keseluruhan, laga Grêmio Palestino menegaskan kebutuhan mendesak akan perbaikan taktik dan mentalitas di lapangan jauh dari rumah. Tiga penalti yang gagal, gol yang dibatalkan, serta daftar pemain yang cedera dan skorsing menambah beban pada Luis Castro. Namun, dengan pertandingan melawan Athletico-PR di depan mata, Tricolor memiliki peluang untuk mematahkan kutukan 12 pertandingan tanpa kemenangan di luar kandang dan kembali menegaskan eksistensinya sebagai tim kompetitif di level internasional.











