Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Scott Parker resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai manajer Burnley pada hari Kamis, tepat setelah klub mengalami penurunan ke Liga Championship. Keputusan ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pendukung dan memicu spekulasi intens mengenai siapa yang akan menggantikan pelatih berusia 45 tahun itu.
Parker, yang sebelumnya berhasil mengangkat Burnley kembali ke Premier League pada musim 2022/2023, diputuskan berpisah setelah tim gagal mengamankan posisi bertahan di kasta tertinggi. Kekalahan 1-0 melawan Manchester City pada 22 April menjadi titik akhir yang menegaskan relegasi klub, meski hasil tersebut sudah diprediksi oleh banyak pengamat sejak awal musim.
Selama tiga musim memimpin Burnley, Parker menorehkan reputasi sebagai ahli promosi. Sebelumnya, ia berhasil membawa Fulham dan Bournemouth naik ke Premier League, serta memimpin Burnley meraih promosi pada musim pertamanya. Namun, catatan impresif di divisi dua tidak cukup untuk menahan tekanan di level tertinggi, terutama setelah serangkaian hasil negatif melawan tim-tim besar.
Dengan posisi manajerial yang kosong, nama-nama mantan pemain dan pelatih lain segera muncul sebagai kandidat utama. Di antara yang paling sering disebut adalah Steven Gerrard, mantan kapten Liverpool yang baru-baru ini keluar dari Al‑Ettifaq. Gerrard, yang pernah mengantarkan Rangers meraih gelar liga tak terkalahkan pada 2020/2021, dianggap memiliki pengalaman internasional yang dapat membantu Burnley kembali ke jalur kemenangan.
- Steven Gerrard – Mantan pelatih Rangers, belum lama ini mengakhiri kontrak di Saudi Pro League.
- Craig Bellamy – Mantan asisten Vincent Kompany di Turf Moor, dikenal dengan pendekatan taktis yang agresif.
- Brian Barry‑Murphy – Pelatih Cardiff City, berhasil mempromosikan timnya dari League One ke Championship.
Selain tiga nama di atas, pasar taruhan menunjukkan pergeseran minat para petaruh. Pada awal pekan, Craig Bellamy memimpin odds sebagai favorit, namun seiring dengan munculnya nama Gerrard, oddsnya menurun menjadi 1/5. Brian Barry‑Murphy juga mendapatkan sorotan, dengan odds 9/4, mencerminkan kepercayaan pasar bahwa pelatih muda ini dapat membawa perubahan signifikan.
Keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Parker dipandang sebagai langkah strategis oleh manajemen Burnley. Direksi berharap dengan mengganti kepala tim, klub dapat mengatur ulang taktik dan filosofi permainan yang lebih sesuai dengan realitas Championship. Pengalaman Parker dalam memimpin tim di divisi kedua memang berharga, namun tekanan untuk kembali ke Premier League menuntut pendekatan yang berbeda.
Jika Steven Gerrard terpilih, Burnley dapat mengandalkan pengalaman manajerialnya di liga luar negeri serta kemampuan mengelola pemain bintang. Sementara itu, pilihan Craig Bellamy atau Brian Barry‑Murphy dapat menawarkan perspektif baru yang lebih fokus pada pengembangan pemain muda dan gaya permainan yang lebih dinamis.
Apapun keputusan akhir, penggantian manajer menandai babak baru bagi Burnley. Klub harus segera menetapkan strategi rekrutmen, memperkuat skuad, dan menyiapkan diri untuk kompetisi yang sengit di Championship. Dengan dukungan pendukung yang tetap setia, harapan untuk kembali ke Premier League masih menjadi tujuan utama.











