Pendidikan

Tes Kemampuan Akademik 2026: Hasil Akan Diumumkan 26 Mei, Tantangan Literasi dan 95 Pelanggaran Terkuak

×

Tes Kemampuan Akademik 2026: Hasil Akan Diumumkan 26 Mei, Tantangan Literasi dan 95 Pelanggaran Terkuak

Share this article
Tes Kemampuan Akademik 2026: Hasil Akan Diumumkan 26 Mei, Tantangan Literasi dan 95 Pelanggaran Terkuak
Tes Kemampuan Akademik 2026: Hasil Akan Diumumkan 26 Mei, Tantangan Literasi dan 95 Pelanggaran Terkuak

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 selesai pada 30 April. Menjelang pengumuman resmi pada 26 Mei, sejumlah pejabat kementerian mengungkapkan gambaran awal hasil, tantangan yang masih dihadapi, serta temuan pelanggaran selama pelaksanaan.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menyatakan bahwa data hasil TKA belum dapat dipastikan secara utuh karena proses verifikasi masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa hasil TKA SMP yang telah selesai sejak 16 April akan dipublikasikan bersamaan dengan hasil TKA SD pada tanggal 26 Mei lewat Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA).

Dalam rapat media di Kompleks Alam Sutera, Tangerang, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menambahkan bahwa setiap sekolah bertanggung jawab memverifikasi data diri peserta sebelum Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dapat di‑generate. Proses ini melibatkan penandatanganan surat pertanggungjawaban mutlak yang dijamin keamanannya bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyoroti kesamaan nilai TKA SMP 2026 dengan nilai TKA SMA 2025. Ia menegaskan bahwa hasil tersebut mengindikasikan masih rendahnya capaian literasi dan numerasi di tingkat menengah pertama, sehingga perlu adanya pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada logika dan pemahaman konseptual daripada beban materi yang berat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam kunjungannya ke UPT SD Negeri 060864 di Medan, menekankan peran TKA sebagai sarana melatih literasi dan integritas murid. Menurutnya, soal‑soal TKA dirancang dengan cerita yang cukup panjang, memaksa siswa membaca dengan cermat. Ia mengajak murid untuk menjadikan membaca kebiasaan harian, bahkan satu halaman per hari.

Namun, pelaksanaan TKA tidak lepas dari masalah. Kementerian melaporkan total 95 pelanggaran yang terdeteksi, terdiri dari 69 pelanggaran di SD dan 37 di SMP. Pelanggaran paling umum meliputi penyiaran langsung soal di media sosial dan pengunggahan foto selama tes. Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pihak sekolah, proktor, serta pengawas.

Untuk menanggulangi temuan tersebut, Toni Toharudin menyampaikan bahwa surat teguran telah diterbitkan kepada dinas pendidikan daerah terkait. Selain itu, dilakukan pelatihan ulang serta penarikan konten yang melanggar dari platform sosial. Upaya ini diharapkan memperkuat integritas proses asesmen di masa mendatang.

Data tambahan dari laporan Kompas mengindikasikan bahwa hasil awal TKA SMP pada hari pertama dan kedua tidak jauh berbeda dengan nilai TKA SMA, terutama pada mata pelajaran matematika. Hal ini mempertegas urgensi reformasi kurikulum yang menitikberatkan pada pemahaman logika dan penerapan konsep, alih-alih hafalan semata.

Dengan jadwal pengumuman yang telah ditetapkan, harapan utama pemerintah adalah memberikan gambaran yang transparan kepada orang tua, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. Verifikasi data oleh sekolah, keamanan sertifikat melalui BSSN, serta tindakan tegas terhadap pelanggaran diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem evaluasi nasional.

Secara keseluruhan, Tes Kemampuan Akademik 2026 menjadi cermin tantangan pendidikan dasar dan menengah Indonesia: kebutuhan meningkatkan kualitas literasi, mengatasi pelanggaran prosedural, dan menyiapkan generasi yang kompeten secara akademik serta berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *