Kriminal

Modus Penipuan Kencan Online di Sragen Terbongkar: Pelaku Selalu Kabur dengan Alasan Kehabisan Bensin

×

Modus Penipuan Kencan Online di Sragen Terbongkar: Pelaku Selalu Kabur dengan Alasan Kehabisan Bensin

Share this article
Modus Penipuan Kencan Online di Sragen Terbongkar: Pelaku Selalu Kabur dengan Alasan Kehabisan Bensin
Modus Penipuan Kencan Online di Sragen Terbongkar: Pelaku Selalu Kabur dengan Alasan Kehabisan Bensin

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Sragen, Jawa Tengah – Kepolisian setempat mengungkap sebuah jaringan penipuan kencan online yang semakin canggih. Modus yang dipakai para pelaku melibatkan pendekatan romantis melalui aplikasi kencan, kemudian mengarahkan korban untuk menanamkan dana pada investasi palsu. Uniknya, setiap kali proses penyerapan dana mulai terancam terdeteksi, pelaku selalu melarikan diri dengan mengaku kehabisan bensin, meninggalkan korban dalam kebingungan.

Polisi mengidentifikasi pola ini setelah menerima sejumlah laporan dari warga yang merasa ditipu setelah menjalin hubungan daring dengan orang yang ternyata bukan asli. Korban melaporkan bahwa setelah beberapa minggu berkomunikasi, pelaku mulai meminta uang untuk mengatasi “masalah mendadak” seperti bensin, biaya perjalanan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Ketika diminta bukti atau klarifikasi, pelaku menghilang, biasanya dengan mengklaim mobilnya kehabisan bensin di pinggir jalan.

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa modus serupa telah dipraktikkan oleh jaringan internasional yang berbasis di Thailand. Pada tahun 2026, Imigrasi Thailand berhasil menangkap seorang WNI yang menjadi otak penipuan investasi kripto global lewat aplikasi kencan di Phuket. Penangkapan ini membuka mata pihak berwenang Indonesia tentang keterkaitan antara penipuan kencan online dan skema investasi bodong yang menargetkan korban di Amerika Serikat. Pola “menggunakan alasan kehabisan bensin” ternyata menjadi taktik mengalihkan perhatian korban saat dana mulai berkurang.

Berikut adalah langkah‑langkah utama dalam modus penipuan kencan online yang terdeteksi di Sragen:

  • Pelaku membuat profil palsu dengan foto model menarik pada aplikasi kencan.
  • Mulai berinteraksi secara intens, menciptakan ikatan emosional dengan target.
  • Setelah kepercayaan terbangun, pelaku mengajukan cerita pribadi yang membutuhkan dana cepat, seperti kehabisan bensin atau biaya medis.
  • Korban diminta mentransfer uang melalui platform pembayaran digital atau rekening bank pribadi.
  • Sesaat setelah transfer, pelaku menghilang, biasanya mengirim pesan terakhir bahwa ia harus mengisi bensin dan tidak dapat dihubungi lagi.

Kasus serupa di Sragen menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna aplikasi kencan. Masyarakat diminta untuk lebih kritis dalam menanggapi permintaan dana secara mendadak, terutama jika alasan yang diberikan terdengar tidak masuk akal seperti kehabisan bensin di tengah kota. Polisi Sarang juga menegaskan pentingnya melaporkan segala bentuk permintaan uang yang tidak terduga kepada pihak berwajib.

Pihak kepolisian bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kini meningkatkan koordinasi dengan lembaga internasional, termasuk Interpol dan FBI, untuk melacak alur dana yang mengalir ke luar negeri. Penangkapan WNI di Thailand menjadi bukti bahwa jaringan ini beroperasi lintas batas, memanfaatkan celah regulasi pada platform digital. Upaya bersama ini diharapkan dapat memutus rantai penipuan sebelum lebih banyak korban menjadi sasaran.

Kesimpulannya, modus penipuan kencan online di Sragen memperlihatkan taktik licik pelaku yang memanfaatkan alasan kehabisan bensin untuk melarikan diri. Dengan meningkatkan kewaspadaan, melaporkan tindakan mencurigakan, dan memperkuat kerja sama internasional, diharapkan jaringan kriminal ini dapat diberantas secara efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *